Meski Al-Aqsa Telah Dibuka, Palestina Masih Terjajah

Meski Al-Aqsa Telah Dibuka, Palestina Masih Terjajah

ACTNews, YERUSALEM - Azan Asar berkumandang lantang dari pelantam (loudspeaker) di sudut-sudut Masjid Al-Aqsa, Sabtu sore (29/7). Akan tetapi, dari luar kompleks Masjid Al-Aqsa, gemuruh suara ribuan warga Palestina sudah lebih dulu bergema nyaring memenuhi setiap lorong-lorong gerbang-gerbang Kota Tua Yerusalem. Bahkan sejak azan Asar belum datang, ribuan warga Palestina sudah berkumpul. Makin sore, hiruk-pikuk makin terdengar, meriah dengan tawa dan wajah rona bahagia.

Sabtu kemarin (29/7) di depan Al-Aqsa, bukan lagi suara letusan dari moncong bedil Israel, bukan lagi suara granat setrum yang meledak melukai kerumunan ratusan warga Palestina. Kali kemarin, hanya kemenangan yang dirayakan sepenuh hati. Kemenangan yang tidak pernah dirayakan sejak puluhan tahun terakhir: kemenangan atas Masjid Al-Aqsa.

Suara kompak dan percaya diri terlontar tak henti-hentinya dalam konvoi mereka menuju pintu masuk gerbang Aqsa: Allahu akbar, Laa ilaaha illallah, Allahu akbar!

Begitu senarai kisah laporan dari mitra Aksi Cepat Tanggap yang bermukim di Kota Yerusalem, tak jauh dari Masjid Al-Aqsa. Sabtu kemarin (28/7) selepas azan Asar, ribuan warga Palestina merayakan kebebasan penuh atas Masjid Al-Aqsa. Di saat bersamaan, belasan relawan ACT juga berada di depan kompleks Kota Tua al-Quds, menyiapkan ribuan paket makanan dari Dapur Umum Indonesia untuk Al-Aqsa.

Untuk pertama kalinya dalam setengah abad terakhir, pintu gerbang Masjid Al-Aqsa boleh dimasuki oleh semua warga Palestina tanpa terkecuali. Tua, muda, perempuan, anak kecil semua merayakan kemenangan Al-Aqsa.

Tidak ada lagi pembatasan umur yang diterapkan pihak keamanan Israel. Tidak ada lagi penutupan pintu gerbang Al-Aqsa dan pelarangan sujud di dalam masjid. Tidak ada lagi penjagaan ketat bak sterilisasi teroris di bandara-bandara besar. Al-Aqsa Sabtu sore kemarin (28/7) bebas dimasuki oleh siapa pun warga Palestina tanpa terkecuali.

Tapi, satu hal yang tak boleh dilupakan, meski gerbang Al-Aqsa telah dibuka, Palestina masih terjajah. Okupasi atas wilayah Yerusalem Timur atau Tepi Barat, juga wilayah Gaza tak pernah berhenti sampai hari ini. Tepi Barat terlindas pelebaran wilayah Israel yang berlangsung sepanjang hari. Sementara itu, Gaza tetap terjajah, dikepung, dan dipenjara.

Jangan lupa, Palestina masih tetap terjajah

Al-Aqsa boleh dimasuki sesuka hati, tapi Tepi Barat masih digilas, Gaza dikepung. Bangsa Palestina masih belum punya masa depan.

“Sabtu kemarin, para pembela Al-Aqsa datang jauh lebih banyak lagi untuk merayakan kemenangan. Tapi Palestina masih tetap butuh bantuan dari seluruh Muslim,” kata Abu Ali, salah satu tim Aksi Cepat Tanggap yang bermukim di wilayah Yerusalem Timur, wilayah yang setengah dekade dalam penjajahan Israel.

Kemenangan dan perayaan yang terjadi di depan Al-Aqsa Sabtu kemarin (28/7) terjadi setelah Israel memutuskan untuk melepas semua pintu metal detector, melepas kamera pengawas, dan mengizinkan semua warga Palestina masuk ke dalam Al-Aqsa untuk menunaikan salat Asar berjamaah.

“Ini adalah momen paling bersejarah bagi Al-Aqsa sejak dijajah Israel tahun 1967 lalu. Ini adalah kemenangan bagi siapa pun yang sedang membela Al-Aqsa. Kebahagiaan luar biasa untuk kami (warga Palestina). Langkah awal untuk mewujudkan kemerdekaan bagi Palestina,” kata Abu Nabil, salah satu relawan ACT lainnya di Yerussalem.

Untuk beberapa hari ke depan, tensi ketegangan memang telah mereda di Al-Aqsa. Tapi bukan berarti Parlemen Zionis Israel pimpinan Benjamin Netanyahu bakal berdiam diri begitu saja. Menurut mereka, Yerusalem Timur, termasuk Kota Tua Al Quds dan Masjid Al-Aqsa di dalamnya masih termasuk wilayah jajahan mereka.

Dari pengalaman kejadian di Al-Aqsa tahun-tahun sebelumnya, ulah semena-mena parlemen dan pihak keamanan Israel bisa terjadi setiap hari, tanpa dunia tahu.

“Tidak, Palestina belum menang. Ketika semua kamera (pengawas) sudah dilepas, dan gerbang keamanan (metal detector) tidak lagi digunakan, tetap saja Yerusalem berada di bawah penjajahan. Begitu juga dengan Gaza. Warga Palestina tidak menang. Palestina akan menang ketika Israel pergi dari Jerussalem” kata Taher Hamad, selaku Kuasa Usaha Kedutaan Besar Palestina di Jakarta, mengutip dari laporan Kompas.

Perlu diingat pula, bahwa dua pekan lebih tensi ketegangan meregang luar biasa di Al-Aqsa telah memancing beberapa kali konflik terbuka. Konflik antara batu-batu ketapel anak muda Palestina, dibalas dengan peluru-peluru karet, bahkan peluru tajam dari moncong senjata Polisi Israel.

Setidaknya enam (6) orang Palestina tewas dalam serangkaian konflik dua pekan terakhir di halaman depan Al-Aqsa, juga di pemukiman-pemukiman wilayah Timur Yerusalem, di Tepi Barat, juga di Gaza Strip.

Selain itu, data lain yang dirilis Palang Merah Palestina menyebut lebih dari 1.300 warga Palestina terluka karena rentetan demo dan konflik dua pekan kemarin. Luka yang didapat karena granat asap, lontaran peluru karet, bahkan peluru mematikan yang dilepas dari bedil polisi Israel.

Sabtu kemarin (28/7) gerbang Aqsa memang telah dibuka, tapi Palestina tetap terjajah. Hari yang cerah baru sementara ada di atas Aqsa, tapi langit yang kelam dan awan yang suram masih menaungi Palestina. Entah sampai kapan. []

Tag

Belum ada tag sama sekali