Meski Lebaran Usai, Paket Pangan Masih Terus Sapa Pekerja Transportasi di Garut

“Alhamdulillah dan sangat berterima kasih atas paket pangannya karena lebaran kemarin enggak dapat THR seperti karyawan,” ujar Pak Lip, tukang becak di Garut usai menerima paket pangan.

pekerja transportasi terima paket pangan
Pak Lip, tukang becak di Garut usai menerima paket pangan. (ACTNews)

ACTNews, GARUT – Pascahari raya Idulfitri 1443 H, Tim Global Zakat belum berhenti salurkan bantuan pangan, kali ini bantuan diberikan kepada pekerja transportasi di Kabupaten Garut, Rabu sampai Kamis (8-9/5/2022).  Para pekerja transportasi yang menerima paket pangan yakni tukang becak, tukang delman, dan ojek daring.

Salah satu tukang becak penerima paket pangan Pak Lip merasa sangat senang menerima bantuan dari para dermawan. Apalagi saat ini pengguna jasa becak di daerah perkotaan sudah jarang. Tukang becak kalah bersaing dengan kendaraan modern seperti sepeda motor dan mobil. 

“Sejak kendaraan sepeda motor dan mobil marak, masyarakat Garut jadi jarang menggunakan transportasi tradisional seperti becak. Orang lebih memilih pakai kendaraan yang cepat dan nyaman, kalau naik becak kan lama, panas, atau kehujanan, jadi saya pasrah saja,” katanya, Senin (9/5/2022). 

Usai menerima paket pangan dari para dermawan, Pak Lip bersyukur karena paket pangan sangat berarti baginya. “Alhamdulillah dan sangat berterima kasih atas paket pangannya karena lebaran kemarin enggak dapat THR seperti karyawan,” ujar Pak Lip. 

Sementara itu tim Program Global Zakat ACT Garut, Rizky Nugraha menyampaikan bahwa program ini merupakan bentuk dukungan bagi para pekerja lepas di bidang transportasi yang tidak mempunyai gaji tetap, terdampak pandemi, juga kalah dengan kendaran mesin.

“Alhamdulillah pascahari raya Idulfitri 1443 H, para muzakki masih menitipkan zakat malnya kepada Global Zakat, sehingga kami salurkan kepada para pekerja transportasi di Garut. Mudah-mudahan bisa membantu dan bermanfaat untuk keluarga,” ucap Rizky.

Pascalebaran ini, Rizky mengajak dermawan untuk istikamah membantu warga yang prasejahtera. “Kan Alumni Ramadhan, kedermawanan saat Ramadan harus tetap dipertahankan,” pungkas Rizky.[]