Meski Sudah Musim Hujan, Warga Desa Serut Tetap Kesulitan Air

Meski sudah memasuki musim penghujan, warga Dusun Kayoman masih kesulitan air bersih. Kondisi ini telah berpuluh-puluh tahun dialami warga setempat, karena di dusunnya tidak mempunyai sumur yang cukup dalam untuk menampung air baik saat kemarau terlebih saat penghujan.

Sisri, salah seorang warga yang akan mengambil air di sendang terdekat. (ACTNews)

ACTNews, GUNUNGKIDUL - Seperti inilah kisah kehidupan sehari-hari warga Dusun Kayoman, Desa Serut, Kecamatan Gedangsari, Gunungkidul. Meski sudah memasuki musim penghujan, warga Dusun Kayoman masih kesulitan air bersih. Kondisi ini telah berpuluh-puluh tahun dialami warga setempat karena di dusunnya tidak mempunyai sumur yang cukup dalam untuk mempung air baik saat kemarau terlebih saat penghujan.

Kondisi tersebut seperti yang diceritakan Sisri. Sudah lebih dari 50 tahun ia tinggal di Dusun Kayoman. Untuk memenuhi kebutuhan air sehari-hari, Sri rela mengambil air 5-6 kali sehari berbekal jeriken dan gentong. Seperti yang ia lakukan pada Rabu (9/12).

Lebih tragis lagi ketika musim kemarau. Sumur galian satu-satunya yang terletak di sendang setempat sudah pasti mengering. Akhirnya berbodong-bondong warga harus mengambil air di sumur sendang lain yang jauhnya 1 kilometer. Perjalanan itu mereka lalui dengan berjalan kaki bahkan harus mengantre dari jam 2 sampai 3 dini hari.


Tugiyo salah seorang warga yang setiap hari mengambil air di sendang. (ACTNews)

Cerita serupa datang dari Tugiyo, seorang buruh tidak tetap di Dusun Kayoman. Biasanya jika sudah sulit air ia akan mengantre dari jam 2 dini hari untuk mendapatkan air walaupun ia sendiri khawatir pergi mengantre. “Ya sebenarnya juga takut, tapi namanya juga butuh air. Namanya malam gelap, takut ada apa-apa, tahu-tahu ada ular atau apa kan enggak kelihatan,” ungkap Tugiyo.

Alternatif lain sebenarnya ada untuk memenuhui kebutuhan air bersih warga Kayoman, yaitu dengan membeli air dari truk tangki, namun karena rata-rata ekonomi warga adalah masyarakat prasejahtera, membeli air dengan harga Rp300 ribu per tangki, merupakan harga yang tidak bisa dijangkau warga. “Beli darimana mas, untuk makan saja susah,” ungkap Tugiyo.

Untuk itu Global Wakaf – ACT berencana membangun Sumur Wakaf di Dusun Kayoman ke depannya. “Insyallah akan menjadi kebermanfaatan yang luas bagi warga Kayoman, serta menjadi pahala jariyah bagi para wakif. Wakaf terbaik para dermawan dapat disalurkan melalui BNI Syariah di nomor 1010000171 atau melalui laman Indonesia Dermawan,” ajak Kharis Pradana selaku Koordinator Program Global Wakaf - ACT DI Yogyakarta. []