Meski Usaha Diguncang Gempa, Halamina Pantang Meminta

Banyak barang dagangan di warung kelontong milik Halaminia (55) rusak saat gempa besar mengguncang Dusun Taludu, Desa Botteng, Kecamatan Simboro, Mamuju. Ia pun berharap mendapat dukungan bantuan untuk kembali memulai usahanya.

Warung kelontong Halamina menjual barang-barang kebutuhan rumah tangga. (ACTNews)

ACTNews, MAMUJU – Gempa yang mengguncang Mamuju membuat barang-barang di warung kelontong milik Halaminia (55) rusak. Kini, beberapa barang bahkan kedaluwarsa sebab  pembeli semakin sepi setelah bencana.

Bagi warga Dusun Taludu, Desa Botteng, Kabupaten Simboro, itu, perlu usaha panjang untuk mengembangkan warung kecilnya. Halamina membuka warung dengan modal Rp1 juta dan bisa menghasilkan pendapatan Rp150 ribu per hari. Penghasilan itu cukup untuk menambah keperluan keluarga, selain dari penghasilan suami Halamina sebagai petani cokelat.

Namun, semua berubah setelah gempa mengguncang. Pendapatan warung Halamina kini bahkan tidak sampai Rp 50 ribu per hari. Belum lagi tanaman cokelat yang dikelola suami Halamina tengah diserang hama dan sering mati.

Tentu pengharapan satu-satunya kini adalah warung kelontong. Di saat seperti ini tentu Halamina berharap bantuan seperti logistik maupun bantuan tunai, namun di samping itu ia terus berusaha. Ia pantang meminta belas kasihan dari orang-orang.

“Saya miskin dan serba kekurangan, namun saya tidak pernah meminta bantuan masalah kehidupan saya kepada orang-orang di sekitar saya. Jika ada yang memberi saya tidak menolak karena itu berkah dan menjadi amal baik bagi yang memberi. Namun, jika meminta, itu tidak akan pernah terjadi,” ujarnya penuh keyakinan.

Melalui program Wakaf Modal Usaha Mikro Indonesia, Global Wakaf-ACT membantu usaha Halamina yang kini sedang terdampak. Bantuan diberikan pada pertengahan Februari lalu. Raka Ginanjaya Gumelar dari tim Program Global Wakaf-ACT menerangkan, dukungan kepada Halamina termasuk salah satu fokus Global Wakaf-ACT dalam membantu pengusaha kecil dan mikro terdampak bencana.

“Kisah Halamina adalah satu dari kisah ribuan penyintas bencana gempa Sulawesi Barat yang harus tetap berjuang menghidupi keluarga. Masih banyak lagi para penyintas yang saat ini berikhtiar membangun kembali kehidupan. Kami berharap melalui wakaf para dermawan dalam program Wakaf Modal UMI, UMKM di Sulawesi Barat dapat kembali bangkit,” harap Raka.[]