Mewujudkan Kesejahteraan Guru Honorer di Kebumen

Kebumen menjadi salah satu sasaran implementasi program Sahabat Guru Indonesia. Hal ini karena berdasarkan data yang mereka dapatkan, Kabupaten Kebumen merupakan daerah di Jawa Tengah dengan presentase warga prasejahtera cukup tinggi.

Mewujudkan Kesejahteraan Guru Honorer di Kebumen' photo
Para guru honorer di Kebumen berharap kelak mendapat gaji yang mencukupi, tunjangan, dan jaminan kesehatan. (ACTNews/Reza Mardhani)

ACTNews, KEBUMEN – Tri Setiawan terlihat semringah. Guru olahraga ini baru saja mendapatkan bantuan biaya hidup dari Global Zakat – Aksi Cepat Tanggap (ACT). Sehari-harinya, ia terus mengajar, terlepas kondisi Tri yang masih berstatus Pegawai Tidak Tetap (PTT).

“Semoga Global Zakat – ACT lebih baik, dan semoga guru-guru PTT banyak yang lebih diperhatikan secara finansial. Intinya kami guru-guru PTT hanya medapatkan imbalan seadanya sesuai dengan pendanaan dan lain sebagainya,” kata Tri ketika menerima bantuan biaya hidup dari program Sahabat Guru Indonesia di gedung Kantor DPRD Kota Kebumen pada Ahad (22/12) silam.


Tri berharap ke depannya statusnya dapat setara dengan karyawan swasta maupun negeri lainnya. Ia ingin disetarakan sebagaimana para karyawan yang mendapatkan jaminan kesehatan, tunjangan, dan gaji yang layak. 
“Kita sebagai pendidik yang mecerdaskan anak bangsa juga berharap diperhatikan,” ujar Tri.

Para guru mengajar mengaji di Masjid Agung Kauman, Kota Kebumen. (ACTNews/Reza Mardhani)

Amin Rahmanurrasjid selaku Staf Ahli Bupati Kebumen mengatakan, sebenarnya pemerintah selalu berusaha setiap tahun untuk menambah gaji untuk guru PTT/honorer. Hal tersebut berhasil diwujudkan oleh pemerintah Kebumen dengan naiknya terus gaji guru honorer.

“Tiap tahun kita meningkatkan penghasilan buat mereka karena jumlahnya banyak juga. Saya tidak begitu hafal karena pastinya ada di Dinas Pendidikan, tapi perkiraan saya jumlahnya di atas seribu orang,” kata Amin yang hadir dalam acara.

Selain itu, Kebumen masih kekurangan guru. Oleh karena itu kekurangan guru ini terus ditutupi dengan hadirnya tenaga-tenaga honorer. Pemerintah juga berharap dapat menyejahterakan mereka dengan perjanjian kerja ke depannya.

“Yang kami harapkan sebenarnya kekurangan guru ini bisa dicukupi dari PNS atau Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) sehingga mereka mendapatkan hak yang memadai sebagai sumber penghasilan mereka,” kata Amin.

Di sisi lain, Amin menyambut baik bantuan dari Global Zakat – ACT karena masih banyak guru-guru baik honorer maupun guru mengaji yang membutuhkan bantuan biaya hidup. Ia berharap bantuan ini dapat memantik pihak lain untuk ikut peduli.

“Ini bantuan yang sangat baik bagi para guru karena mereka memang masih membutuhkan itu (biaya hidup). Harapan kami dengan adanya bantuan ini juga menginspirasi pihak-pihak lain yang peduli. Kemudian syukur kalau dari Global Zakat – ACT tidak hanya satu kali ini memberikan bantuan, tapi selanjutnya bisa ada lagi (di Kebumen),” tutur Amin.

Apiko Joko Mulyono dari Tim Global Zakat – ACT mengungkapkan, Kebumen menjadi salah satu sasaran implementasi program Sahabat Guru Indonesia. Hal ii karena berdasarkan data yang mereka dapatkan, Kabupaten Kebumen merupakan daerah di Jawa Tengah dengan presentase warga prasejahtera cukup tinggi. Fakta tersebut juga didukung dari data Pemerintah Kabupaten Kebumen pada tahun 2018 yang menyatakan Kebumen memiliki warga prasejahtera tertinggi nomor 2 di Jawa Tengah, yakni 17,47%.

“Kami berharap ke depannya program ini bisa berlanjut dan memberi maslahat pada lebih banyak guru, termasuk untuk Kabupaten Kebumen juga. Tentu ini sangat bergantung kepada dukungan para dermawan di Indonesia maupun di luar negeri,” kata Apiko. []


Bagikan