Mewujudkan Mimpi Ocoh Miliki Rumah Layak

Rumah layak huni untuk Ocoh (70) memasuki masa pembangunan. Pembangunan rumah Ocoh yang tinggal dengan anaknya yang sedang mengalami penyakit lumpuh ini, direncanakan akan selesai dalam 25 hari ke depan.

rumah Ocoh
Ocoh bersama rumah yang ada di belakangnya. (ACTNews/Rimayanti)

ACTNews, CIAMIS – Ocoh (70) tidak bisa menahan haru saat menerima kunjungan Tim Mobile Social Rescue dari Global Zakat – ACT Tasikmalaya ke rumahnya di Sagulingkolot, Kecamatan Baregbeg, Kabupaten Ciamis. Kedatangan tim ke sana untuk memberi kabar bahwa rumah Ocoh akan dibangun kembali menjadi layak huni.

Pembangunan rumah Ocoh merupakan implementasi program Mobile Social Rescue. Saat tahu rumahnya akan dibangun menjadi layak, ia pun mengungkan rasa syukur dan bahagianya. “Alhamdulillah saya bahagia bercampur haru. Akhirnya akan punya rumah yang layak untuk ditempati. Ku emak didoakeun, mudah-mudahan jadi amal saleh untuk semuanya, yang berkah juga sehat,” ungkap Ocoh.


M. Fauzi Ridwan dari Tim Program ACT Tasikmalaya mengatakan, saat ini, proses pembangunan yang sudah dimulai ini akan ditargetkan selesai dalam waktu 25 hari ke depan. “Pembangunan sudah berlangsung 5 hari dan insyaallah akan ditargetkan selesai dalam waktu 25 hari ke depan. Agar Nenek Ocoh beserta anaknya bisa segera menempati rumah lebih layak. Mengingat saat ini ia pun tinggal di rumah sebelahnya yang akan direnovasi juga,” jelas Fauzi pada Senin (22/2/2021).


Ocoh saat sedang mengurusi anaknya yang sakit. (ACTNews/Rimayanti)

Ocoh bekerja sebagai buruh serabutan. Ia tinggal di rumah yang tua dan sudah lapuk dengan anaknya, Euis Hartati (40) yang mengalami lumpuh dan keterbelakangan mental. Di dalam bilik rumah yang lusuh tak layak huni itulah, Ocoh menyimpan sunyi setiap harinya. Rumah berukuran 4 x 5 meter ini menjadi satu-satunya tempat istrirahatnya dan anaknya, meskipun sering kali kebasahan karena atap rumah yang bocor dan dinding bilik kayu yang bolong.

Ocoh dan anaknya sudah menempati rumah seadanya ini selama 11 tahun. Awalnya mereka tinggal di rumah yang layak, namun rumah tersebut terpaksa dijual untuk biaya pengobatan Euis yang mengalami sakit sejak usia 10 Tahun. Euis memang sempat bisa berjalan, namun suatu kali ia mengalami panas dan mendapatkan pengobatan yang salah. Ia divonis lumpuh dan tidak bisa berjalan sama sekali. Saat kejadian tersebutlah, Ocoh menjadi satu-satunya orang yang mengurusi Euis hingga sampai saat ini. []