Militer Israel Serang Warga Gaza dan Tepi Barat

Militer Israel Serang Warga Gaza dan Tepi Barat

Militer Israel Serang Warga Gaza dan Tepi Barat' photo

ACTNews, GAZA, KAFR QADDUM – Militer Israel meluncurkan serangan ke suatu wilayah dekat Kamp pengungsian Bureij, Gaza, pada Jumat (19/4). Dua roket yang meledak di wilayah tersebut dikabarkan menimbulkan kerusakan lingkungan sekitar. Tidak ada korban luka yang dilaporkan. Informasi ini dikabarkan Kantor Berita Palestina WAFA.

Sementara itu, militer Israel menggunakan serangan berlebihan kepada para anggota aksi damai Great March of Return. Sedikitnya 46 warga Palestina termasuk awak medis dan jurnalis terluka, sebagaimana dilaporkan Palestinian Red Crescent. Pasukan menembakkan peluru tajam dan peluru baja berlapis karet ke para pengunjuk rasa yang berkumpul di banyak kamp di sepanjang perbatasan. Beberapa orang yang terluka segera dibawa ke rumah sakit, sebagian yang lain dirawat di rumah sakit darurat.

Sementara itu, di Tepi Barat, dua orang jurnalis Palestina terluka saat meliput protes warga Palestina yang menolak permukiman Yahudi di Kafr Qaddum, sebelah utara Tepi Barat. WAFA mengabarkan, Israel menyerang para demonstran dengan tembakan api.

Koordinator demonstran Morad Ishtewi mengatakan, militer Israel menembakkan peluru dan menyemprotkan gas air mata ke arah demonstran. Hal itu juga mengenai pewarta foto WAFA  Ayman Nubani dan Nedal Shtayeh dari Xinhua Agency. Tentara Israel juga menyerang dan menangkap aktivis French Solidarity.

Aksi protes penolakan permukiman Isarel mulai diinisasi warga Palestina di Kafr Qaddum, Tepi barat, setiap Jumat. Demonstrasi itu memprotes tindakan permukiman Israel yang semakin hari aktivitasnya semakin meningkat.

Berdasarkan laporan Palestinian Center for Human Rights, otoritas Israel terus meningkatkan aktivasi permukiman Yahudi di Yerussalem Timur. Sejumlah warga Paletsina pun dipaksa menghancurkan rumah mereka dengan dalih didirikannya tempat tinggal baru.

Sabtu (13/4) misalnya, Shadi dan Fadi al-'Ajlouni harus menghancurkan rumah mereka di wilayah okupasi Yerusalem Timur. Shadi al-'Ajlouni mengatakan kepada PCHR,  pemerintah kota Israel mengeluarkan keputusan untuk menghancurkan apartemen tempat tinggalnya. Pada pekan lalu, sedikitnya PCHR melaporkan tiga warga Palestina lain yang harus menerima kejadian serupa.

Bahkan, Ahad (14/4) Mahkamah Agung Israel menolak sebuah gugatan yang diajukan oleh keluarga Palestina yang tinggal di lingkungan Lembah Yasoul di desa Silwan, selatan wilayah okupasi Yerusalem Timur, untuk menghentikan penghancuran rumah-rumah mereka yang sebagian dibangun di atas sebuah tanah tempat sebuah lembaga membangun proyek pariwisata Yahudi. []

Sumber foto: WAFA

Bagikan