Mimpi Idik Menjadi Penghafal Alquran

Di tengah keterbatasan kesehatan, Sidik (16) tak berhenti bercita-cita. Ia ingin menjadi penghafal Alquran walau kini ia hanya dapat terbaring di rumah.

Mimpi Idik Menjadi Penghafal Alquran' photo
Sidik (kanan), remaja yang mengalami Distrophia Muculor Progresive hanya bisa berbaring di rumahnya. Cita-citanya sangat mulia, yakni ingin menjadi penghafal Alquran. (ACTNews/M. Fauzi Ridwan)

ACTNews, JAKARTA Menjadi penghafal Alquran merupakan cita-cita Azhar Muhammad Sidik (16), warga Kampung Pasar Kaler Margaluyu, Manonjaya, Tasikmalaya. Saat ini Sidik baru bisa menyelesaikan pendidikan hanya sampai bangku sekolah menengah pertama. Kondisi kesehatan memaksa Sidik tak dapat berbuat banyak.

Saat ini Sidik mengidap penyakit Distrophia Muculor Progresive (DMP), yaitu penyakit lemah otot yang mengakibatkan semua anggota tubuh tidak bisa digerakkan dan difungsikan sebagaimana mestinya. Tak banyak gerakan yang dapat dilakukan Sidik, bahkan untuk sekadar duduk saja ia tak mampu. Setiap harinya Sidik hanya mampu berbaring dan menggantungkan segala keperluan pada orang tua yang merawatnya.

Yani, ibunda Sidik, mengungkapkan keinginannya agar anaknya dapat terus menempuh pendidikan formal di sekolah. Semangat anaknya itu sangat tinggi, bahkan ia menjadi salah satu murid berprestasi di sekolahnya saat SMP. Hafalan Alquran Sidik pun cukup baik.

“Ayahnya selalu fasilitasi Sidik biar hafalannya terus bertambah. Selain hafal Alquran, Sidik juga baik di pelajaran matematika sama pengetahuan umum. Dia suka pelajaran itu juga,” kata Yani kepada tim ACT Tasikmalaya yang berkunjung ke kediamannya, Selasa (18/2).

Pada Selasa itu, ACT datang ke kediaman Sidik untuk memberikan bantuan pengobatan. Melalui program Mobile Social Rescue, nantinya Sidik akan mendapatkan pendampingan medis. Muhammad Fauzi Ridwan dari Tim Program ACT Tasikmalaya mengatakan, pendampingan ini dilakukan agar penyebaran penyakit di tubuh Sidik tidak terus meluas.

“Pengobatan akan dilakukan secara rutin, mudah-mudahan Sidik dapat segera sembuh dan pulih seperti semula,” harap Fauzi.

Ayah Sidik, Unang, berterima kasih atas pendampingan dari tim ACT Tasikmalaya. Ia merasa terbantu dengan hadirnya program Mobile Social Rescue, mengingat saat ini kondisi  keluarganya sedang tidak stabil. Unang sendiri saat ini kurang maksimal merawat Sidik karena baru saja mengalami kecelakaan. “Mudah-mudahan Sidik cepat sembuh,” ungkap Unang yang merupakan seorang guru, Selasa (18/2).[]


Bagikan