Mimpi Sholeh Memiliki Anus Normal Segera Terwujud

Kelainan artesia ani membuat pencernaan Sholeh tidak bisa berjalan sebagaimana umumnya. Pengobatan Sholeh yang sempat terhenti kini dilanjutkan kembali, didampingi Tim Mobile Social Rescue-ACT Tasikmalaya sejak awal tahun 2020 agar Sholeh dapat beraktivitas selayaknya anak-anak seumurannya.

Pemberian bantuan pengobatan kepada Sholeh dan ibunya, Roro, pada Senin (6/1) lalu. (ACTNews/Gupron)

ACTNews, TASIKMLAYA – Berbeda dari anak pada umumnya, semenjak lahir Sholeh tidak memiliki anus yang normal. Artesia ani, nama penyakitnya. Sebuah lubang kolostomi dibuat di perut sebelah kirinya pada saat ia kecil melalui prosedur operasi agar pencernaan Sholeh dapat berjalan lancar. Pengobatan juga sempat dilakukan agar Sholeh bisa beraktivitas secara normal.

Saat Sholeh berusia 2 tahun, pengobatan Sholeh terhenti karena faktor ekonomi yang tidak memadai. Tidak dilakukan tindakan medis apa pun untuk Sholeh sampai ia kini berumur 7 tahun, sehingga memperparah penyakitnya. Sampai akhirnya, Sholeh bertemu dengan Tim Mobile Social Rescue Aksi Cepat Tanggap (ACT) Tasikmalaya, pada awal tahun 2020 ini.

Senin (6/1) lalu, Sholeh didampingi tim MSR-ACT Tasikmalaya memulai pengobatannya di Rumah Sakit Hasan Sadikin, Kota Bandung. Rangkaian pemeriksaan awal dilakukan dari mulai cek darah, rontgen dan cek kesehatan lainnya.

Sholeh sedang menjalani pengobatan di Rumah Sakit Hasan Sadikin, Kota Bandung. (ACTNews/Gupron)

Gupron dari Tim MSR-ACT Tasikmalaya yang mendampingi Sholeh mengatakan, seluruh rangkaian pemeriksaan berjalan lancar, maka akan segera dilakukan tindakan operasi. Operasi belum dapat dilakukan dikarenakan kondisi Sholeh yang belum optimal.

“Keterangan dokter memang karena sudah terlalu lama didiamkan, jadi ada bagian yang membatu sehingga harus melalui serangkaian pengobatan terlebih dahulu. Tanggal 16 Januari nanti kami akan ambil hasil pengobatan. Mudah-mudahan jika lancar melewati rangkaian pengobatan, secepatnya Sholeh akan didaftarkan untuk penindakan operasi,” ungkap Gupron.

Dalam beberapa hari ke depan, Sholeh bersama ibunya akan menetap di bandung untuk menjalani pengobatan tersebut. Roro, ibu dari Sholeh sangat berterima kasih atas bantuan untuk anaknya sehingga bisa melanjutkan pengobatan. []