Minim Fasilitas Kesehatan, ACT Gelar Pelayanan Kesehatan di Pulau Tunda

Minim fasilitas kesehatan di Pulau Tunda, membawa ACT Serang Raya bersama tim Humanity Medical Services awal April ini datang kembali ke pulau tersesebut untuk menggelar pelayanan kesehatan. Selain itu, ikhtiar menghadirkan Perahu Ambulans juga sedang dilakukan.

Tim HMS-ACT Serang Raya menggelar pelayanan kesehatan di Pulau Tunda, Serang. Lokasi ini merupakan pulau dengan minim fasilitas kesehatan. (ACTNews)

ACTNews, SERANG Ekspedisi pulau tepian Banten kembali Aksi Cepat Tanggap (ACT) Serang Raya gelar. Pulau Tunda yang ditempuh sekitar 2 jam menggunakan kapal dari Pelabuhan Karangantu menjadi tujuan. Sebelumnya, ACT pernah melakukan perjalanan ke sana beberapa bulan lalu untuk mendistribusikan bantuan pendidikan. Kali ini, ACT kembali hadir, namun dengan menggelar pelayanan kesehatan gratis dari tim Humanity Medical Services untuk warga Desa Wargasara, Kecamatan Tirtayasa, Kabupaten Serang, Ahad (4/4/2021).

Sekitar 125 warga Pulau Tunda antusias memeriksakan kondisi kesehatannya. Mereka datang dari berbagai kalangan, mulai dari anak kecil, lansia, hingga ibu hamil. Dokter Argo Pandu Widigdo dari tim Humanity Medical Services-ACT, mengatakan, sebagian besar warga yang memeriksakan dirinya mengeluhkan darah tinggi, gatal-gatal, hingga penyakit ringan, seperti flu. Selain itu, tim dokter juga melakukan home visit ke rumah warga yang tak mampu berjalan ke tempat pelayanan kesehatan.

“Ada dua warga yang kami datangi langsung ke rumah. Mereka kondisinya tak memungkinkan berjalan ke lokasi kami menggelar pelayanan kesehatan,” jelas Dokter Argo.

Digelarnya pelayanan kesehatan di Pulau Tunda bukanlah tanpa alasan. Tim Program ACT Serang Raya Sukmajaya Laksana mengatakan, kegiatan ini dilakukan karena di Pulau Tunda masih minim fasilitas kesehatan. Di sana tersedia puskesmas pembantu serta ruang bersalin, akan tetapi pelayanan tak tersedia setiap hari dan kurang maksimal karena berbagai keterbatasan, termasuk obat-obatan.

“Untuk sakit yang serius dan membutuhkan rujukan, rumah sakit terdekat ada di Serang. Begitu juga dengan apotek yang menyediakan obat lengkap. Memang Pulau Tunda masih dalam administrasi yang sama. Tapi harus menyeberangi lautan lepas dan tak tersedia kapal ambulans,” jelas Sukma.

Fasilitas kesehatan yang masih minim ini pun dikeluhkan Junaeha, warga Pulau Tunda yang saat ini tengah hamil. Ia mengatakan fasilitas melahirkan yang juga pustu di pulau tempatnya tinggal masih kurang lengkap. Guna ultrasonografi (USG) misalnya, harus ke Pulau Jawa untuk menikmati fasilitas tersebut. Sedangkan, untuk keluar Pulau Tunda saja penuh risiko.

“Mungkin kalau cuaca baik tidak masalah, tapi kalau seperti sekarang yang buruk gini, apa enggak penuh bahaya. Belum lagi kalau tubuh kurang sehat, perjalanan jauh akan sangat berat, apalagi ngebelah lautan,” ungkap Junaeha. Saat ini, cuaca di sekitar Pulau Tunda memang dalam kondisi buruk, tim ACT pun sempat menunda perjalanan yang seharusnya dilakukan pada Sabtu (3/4/2021).


Satu-satunya fasilitas kesehatan di Pulau Tunda. (ACTNews)

Ikhtiar menghadirkan perahu ambulans

Sejak beberapa bulan lalu, ACT Serang Raya tengah menggalang kebaikan untuk menghadirkan perahu ambulans bagi warga Pulau Tunda. Dengan hadirnya transportasi berkecepatan tinggi tersebut diharapkan mampu meringankan permasalahan kesehatan warga di sana.

“Kami sadar bahwa minimnya fasilitas kesehatan di Pulau Tunda membawa dampak buruk bagi warga yang tinggal di sana. Untuk berobat mereka harus mengarungi lautan dengan kapal yang tak selalu tersedia. Cuaca pun memiliki pengaruh besar dalam perjalanan laut,” tambah Sukma dari tim Program ACT Serang Raya.

ACT Serang Raya pun mengajak masyarakat untuk ambil bagian dalam ikhtiar kebaikan ini. Sedekah terbaik bisa disalurkan melalui laman Indonesia Dermawan. Nantinya, dana yang terkumpul akan segera digunakan pengadaan Perahu Ambulans.[]