Miris, 111 RS dan Klinik Palestina Hancur karena Serangan Israel

“Sebanyak 111 rumah sakit dan klinik telah dihancurkan oleh serangan Israel. Bahkan, sebuah Laboratorium untuk pemeriksaan Covid-19 juga telah hancur luluh lantah,” ungkap dr. Amin Alnawjha, penerima beasiswa doktor dari Aksi Cepat Tanggap.

Sejumlah bangunan hancur karena serangan udara Israel. (ACTNews)

ACTNews, JAKARTA – Gempuran bom dan rudal yang dilakukan Israel yang menyasar fasilitas kesehatan menjadi tantangan terberat bagi warga Palestina. Di tengah kondisi pandemi Covid-19 layanan kesehatan di Palestina pun semakin memburuk.

“Ini data Kementerian Kesehatan Palestina.Ini datanya sebelum serangan Israel pada bulan Ramadan yang lalu,” dr. Amin Alnawjha, penerima beasiswa doktor dari Aksi Cepat Tanggap, Rabu (23/6/2021).

Dr. Amin juga menyampaikan, sejumlah 111 rumah sakit dan klinik di Palestina telah hancurkan oleh serangan Israel. Bahkan, sebuah laboratorium untuk pemeriksaan Covid-19 juga ikut hancur.

“Sekarang kondisinya sangat parah, hampir tidak ada pasokan medis yang masuk ke Gaza. Bahkan, pasokan bahan bakar sangat sulit masuk yang membuat aliran listrik dalam sehari hanya 2-4 jam saja. Sepanjang hari bagi kami seperti tak ada listrik.” tambanya.

Selain itu, ketersediaan tenaga medis begitu kekurangan karena blokade di Jalur Gaza. Selama 15 tahun warga Gaza tidak memiliki tenaga medis ideal, utamanya dokter spesialis. Kondisi itu disadari semua warga Gaza. Dr. Amin menjelaskan, bahkan saat serangan kembali terjadi atas Gaza, tenaga medis tidak bisa membantu semua korban yang terluka.


Presiden ACT Ibnu Khajar (kanan) memberikan simbolis beasiswa doktor kepada dr. Amir Alnawjha.. (ACTNews/Ichsan Ali)

“Pahitnya, belum lama ini sudah dua dokter Palestina yang mati syahid akibat serangan Israel,” tegas dr. Amin.

Ia pun ingin segera menuntaskan pendidikan S3-nya di Indonesia dan sangat bersyukur atas beasiswa pendidikan yang diberikan oleh ACT. Setelah tamat pendidikan, dirinya akan kembali ke tanah kelahirannya dan siap membantu dengan ilmu yang ia miliki saat ini demi membangun Palestina yang lebih baik.

“Saya juga berharap kepada para donatur dan organisasi kemanusiaan di dunia untuk membantu sektor kesehatan di Gaza. Kami saat ini seperti menuju kehancuran,” ungkap dr. Amin.[]