Miris, Orang Indonesia Suka Buang Makanan

Berdasarkan penelitian Direktorat Lingkungan Hidup Kementerian PPN/Bappenas pada 2019 bahwa satu orang Indonesia membuang makanan sisa hingga 184 kilogram dalam setahun.

Miris, Orang Indonesia Suka Buang Makanan
Ilustrasi. Gunungan sampah menumpuk di TPA Jatiwaringin Tangerang. (ACTNews/Ichsan Ali)

ACTNews, JAKARTA – Berdasarkan penelitian Direktorat Lingkungan Hidup Kementerian PPN/Bappenas pada 2019, ada sekitar 115-184 kilogram per kapita per tahun makanan yang terbuang selama 20 tahun terakhir. Artinya, satu orang Indonesia membuang makanan sisa hingga 184 kilogram dalam setahun.

Secara harfiah, klasifikasi pembuangan sisa makanan terbagi atas food loss atau jumlah bahan pangan yang berkurang akibat produksi, serta food waste atau makanan konsumsi yang terbuang. Keduanya kerap kali disebut Food Loss and Waste (FLW).

"Dari 2000-2019 memang trennya naik, dari 115 kilogram per orang per tahun naik jadi 184 kilogram per orang per tahun. Walau enggak sampai 300 kilogram (sesuai kajian Economist Intelligence Unit), tetapi ini tetap buang makanan," ungkap Direktur Lingkungan Hidup Kementerian PPN/Bappenas Medrilzam, Selasa (12/10/2021).

Medrilzam mengungkapkan, pembuangan makanan yang dilakukan masyarakat Indonesia hingga 184 kilogram per tahun setara dengan memberi makan 61-125 juta orang lain. Hal ini sekaligus menimbulkan kerugian ekonomi yang bisa memengaruhi 4-5 persen PDB Indonesia.

Bukan hanya berpengaruh terhadap ekonomi, kondisi ini juga berdampak pada kondisi lingkungan Indonesia. Pembuangan sampah makanan mempengaruhi emisi gas rumah kaca (GRK), yang mana dalam 20 tahun terakhir mengeluarkan emisi 1.702,9 megaton (mt) CO2e. Besaran emisi gas rumah kaca ini setara dengan luas Pulau Jawa dan NTB jika ditanami pohon.

Hasil penelitian Direktorat Lingkungan Hidup Kementerian PPN/Bappenas juga menyebutkan, terdapat tren peningkatan FLW setiap tahunnya dengan rata-rata 3,19 persen per tahun.

Sementara, Head of Food Distribution Program ACT Sutaryo menjelaskan, kebiasaan masyarakat Indonesia yang membuang-buang makanan justru menjadikan sikap mubazir dan memperparah kondisi kemiskinan bangsa.

“Kami turut prihatin atas kondisi ini, padahal masih banyak saudara-saudara kita yang kelaparan, apalagi sulit memenuhi kebutuhan pangan yang berkualitas dan bergizi. Insyaallah dengan berbagai program yang ada, ACT terus membersamai bangsa ini dari kelaparan,” ungkap Sutaryo kepada ACTNews, Rabu (20/10/2021).

Berbagai program pangan ACT Operasi Pangan Gratis, Operasi Makan Gratis, Operasi Pangan Murah, Food Careline Services, Operasi Gizi Anak Indonesia, dan Bengkel Gizi Terpadu. Dalam aksinya, berbagai armada kemanusiaan turut terlibat, yakni Humanity Bikers, Humanity Food Van, Humanity Food Truck, Humanity Rice Truck, dan Humanity Food Bus.[]