Modal Usaha untuk Keluarga Burais

Modal Usaha untuk Keluarga Burais

Modal Usaha untuk Keluarga Burais' photo

ACTNews, PADANG – Melanjutkan pendampingan kepada keluarga Burais, korban kecelakaan di Kabupaten Solok, Sumatra Barat, Aksi Cepat Tanggap (ACT) melalui program Mobile Social Rescue (MSR) kembali menyalurkan bantuan. Bantuan yang diberikan pada Selasa (12/2) lalu merupakan yang ketiga. Bantuan berupa logistik makanan serta pengobatan  tersebut diberi dari dana zakat yang dikelola Global Zakat-ACT.

Kala itu, ACT juga menyalurkan bantuan berupa modal usaha. Istri Burais, Nurnis mengatakan, modal usaha yang akan diberikan oleh ACT bakal digunakan untuk berjualan makanan ringan di sekitar pantai tempat wisata lokal. “Mau jualan makanan dan minuman ringan di tepi pantai,” ungkap keluarga yang tinggal di Jalan Gajah V, Kelurahan Air Tawar Barat, Padang Utara, Kota Padang.

Pascakecelakaan, kondisi Burais sebagai kepala keluarga lumpuh total. Ia tak bisa kembali berjalanan seperti biasa, perlu bantuan tongkat. Bapak tiga anak ini kini tak lagi bekerja sebagai buruh bangunan atau sopir truk pasir seperti hari-hari biasa. Sedangkan Nurnis juga tak bisa lagi bekerja setelah sakit lambung akut yang diderita sebelum kecelakaan kini semakin parah.

Kini, Burais mengalami cacat permanen, ia kesulitan untuk berjalan. Sedangkan ketiga anaknya masih membutuhkan biaya untuk sekolah dan mengaji. “Dengan adanya modal usaha ini semoga bisa meringankan kebutuhan perekonomian keluarga kami,” tambah Nurnis.

Selain akan memberikan bantuan modal usaha, ACT juga terus melakukan pendampingan medis untuk kontrol Nurnis. Dana pendidikan untuk anak-anak mereka juga diberikan. “Untuk modal usaha ini, nantinya akan terus ada pendampingan juga dari tim ACT,” ungkap tim ACT Sumbar Aan Saputra, Rabu (13/2).

Sebelumnya, kecelakaan menimpa keluarga Burais pada pertengahan Juli 2017 silam. Mereka yang sedang berkendara motor di wilayah Solok bertabrakan dengan mobil. Walau tidak menimbulkan korban jiwa, namun Burais harus mengalami cacat permanen di kakinya. Sejak November 2018, ACT melakukan pendampingan serta pemberian bantuan untuk menunjang kehidupan keluarga mereka. []

Baca juga:

Keluarga Burais Bertahan dalam Keterbatasan Pascakecelakaan

Tag

Belum ada tag sama sekali

Bagikan