Motivasi Mengajar Ustaz Rahmat Zakir: Mengabdi dan Belajar Ikhlas

“Guru ngaji di desa itu tidak dibayar. Anak-anak (yang ingin) mengaji tinggal datang dan tidak perlu memikirkan biaya. Bagi saya menjadi guru mengaji itu mengabdi dan buat belajar ikhlas,” kata Ustaz Rahmat dai di pelosok Sulawesi Selatan.

ustaz rahmat zakir
Setiap hari Ustaz Rahmat mengajar anak-anak di Kelurahan Maccinnae, Kecamatan Paleteang, Kabupaten Pinrang. (ACTNews)

ACTNews, PINRANG – Menjadi seorang dai di wilayah pelosok dan jauh dari pusat kota menjadi tantangan tersendiri bagi Ustaz Rahmat Zakir. Ia merupakan seorang dai yang saban hari mengajar mengaji anak-anak sekitar rumahnya di Kelurahan Maccinnae, Kecamatan Paleteang, Kabupaten Pinrang, Sulawesi Selatan. 

Keputusan itu membawa Ustaz Rahmat kehidupan yang sederhana di desa, dan mengesampingkan keinginan untuk mencari penghidupan yang lebih baik di kota. Bagi Ustaz Rahmat, menjadi guru mengaji di desa semata karena ingin mengabdi kepada masyarakat juga sebagai tempat belajar keikhlasan.

“Guru mengaji di desa itu tidak dibayar. Anak-anak (yang ingin) mengaji tinggal datang dan tidak perlu memikirkan biaya. Bagi saya menjadi guru mengaji itu mengabdi dan buat belajar ikhlas,” kata Rahmat, Jum’at (13/8/2021). 

Rahmat melanjutkan, banyak teman-teman di tempatnya lebih memilih merantau ke kota, baik mencari pekerjaan atau berdagang, ketimbang tinggal di desa menjadi guru mengaji atau petani. “Karena secara ekonomi, di desa itu sulit. Mau dagang, untungnya tidak seberapa dan jarang laku, lapangan pekerjaan juga enggak ada selain tani,” ujarnya. 

Firman dari Tim program ACT Sulawesi Selatan mengatakan, memilih menjalani aktivitas sebagai seorang da'i di pelosok bukan hal yang mudah. Jauh dari kota dan akses menuju ke lokasi cukup sulit, membuat keistikamahan para dai yang berjuang di jalan Allah SWT diuji. 

“Ustaz Rahmat begitu ikhlas dan istikamah menjalani peran sebagai dai di pelosok. Meredakan ego dan keinginan untuk mencari kehidupan mewah dan enak,” katanya. 

Maka dari itu untuk membantu perjuangan Ustaz Rahmat, Global Zakat-ACT memberikan bantuan biaya hidup. Selain Ustaz Rahmat, bantuan serupa juga diberikan kepada salah seorang dai lain di Pinrang pada hari itu. []