MRI-ACT dan Pemkab Bantaeng Perhatikan Lansia

Lewat kolaborasi kemanusiaan, ACT bersama MRI dan Pemerintah Kabupaten Bantaeng menggelar Rantang Lansia. Lewat program ini, lansia prasejahtera dan terlantar akan mendapatkan perhatian.

Pemeriksaan kesehatan terhadap lansia. (ACTNews)

ACTNews, BANTAENG Sejak pandemi, nyaris seluruh lapisan masyarakat merasakan dampaknya. Tak hanya mereka yang dalam usia produktif, tapi juga lansia yang sudah tidak lagi bekerja. Berpangku tangan kadang menjadi cara untuk mereka bertahan hidup.

Merespons kondisi ini, Aksi Cepat Tanggap dan relawan Masyarakat Relawan Indonesia bekerja sama dengan Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) serta Dinas Kesehatan Kabupaten Bantaeng menggelar program Rantang Lansia. Lewat program kebaikan ini, pelayanan kesehatan serta biaya hidup dan paket pangan diberikan kepada lansia.

Bupati Bantaeng Ilham Syah Azikin mengatakan, program ini menunjukkan adanya sinergitas antara pemerintah dan lembaga kemanusiaan dalam memberi kepedulian kepada masyarakat , khususnya yang ada di Kabupaten Bantaeng.

Mudah-mudahan kegiatan ini memotivasi organisasi dan lembaga yang lain dalam proses pelaksanaan pembangunan daerah. Khususnya upaya peningkatan kesejahteraan masyarakat melalui program-program yang memperlihatkan kepedulian antar sesama, kata bupati bergelar doktor ilmu pemerintahan itu saat peluncuran program Rantang Lansia di Posyandu Mujur Lembang-Lembang, Kelurahan Pallantikang, Kecamatan Bantaeng, Kabupaten Bantaeng, Selasa (23/3/2021).

Selain pelayanan kesehatan dan bantuan pangan, peningkatan kualitas lingkungan juga menjadi hal yang dibutuhkan lansia. Untuk itu, diperlukan kolaborasi dengan berbagai pihak agar perhatian kepada lansia terus berlanjut dan maksimal.

Ketua MRI-ACT Kabupaten Bantaeng Jumahir mengatakan, latar belakang lahirnya Rantang Lansia ini berawal karena melihat banyaknya lansia yang hidupnya tak menentu, apalagi mereka yang tak dirawat oleh keluarga. Di lapangan, Jumahir menjelaskan, banyak lansia terlantar dan hidup di garis kemiskinan. Fasilitas kesehatan pun cukup jauh, sehingga pelayanan kesehatan sangat penting dipenuhi.

“Lewat program Rantang Lansia, tim dokter langsung mendatangi kediaman lansia untuk memberikan pelayanan kesehatan,” ujar Jumahir.[]