MRI-ACT Evakuasi Korban Banjir dan Longsor Jember

MRI-ACT Evakuasi Korban Banjir dan Longsor Jember

ACTNews, JEMBER - Hujan deras mengguyur Kabupaten Jember dan sekitarnya selama satu hari penuh, Sabtu (22/12). Akibatnya, Ahad (23/12), pukul  04.40 WIB tanggul yang berada di Dusun Kedung Langkah, Desa Kraton, Kecamatan Kencong jebol. Ini juga dikarenakan sungai sudah tidak dapat menampung air hujan, ditambah lagi air kiriman dari DAM Pondok Waluh setinggi 4,4 meter.

Diperkirakan lebih dari 100 rumah warga rusak. Debit air setinggi 1 sampai 1,5 meter juga merendam barang-barang yang ada di dalam rumah. Nur Hasan dari tim Masyarakat Relawan Indonesia (MRI) Jawa Timur yang turun ke lokasi bencana mengatakan, tidak ada korban jiwa dalam kejadian bencana ini. 

Warga yang terdampak kini sudah dievakuasi dan mengungsi di Posko SD Kraton 3. Pengungsi yang berada di Posko ini berjumlah 58 orang, 3 balita, 10 lansia, dan 6 anak-anak. Selain mengungsi di posko, warga korban terdampak bencana ada juga yang mengungsi ke rumah kerabat yang jauh dari lokasi.

“Tinggi air yang merendam rumah warga bervariasi mulai dari mata kaki hingga dada orang dewasa, ya sekitar 1 meter lah. Tim MRI dan ACT yang berjumlah 10 orang langsung terjun berbagi tugas. Ada yang melakukan assessment dan evakuasi,” ujar Hasan, Koordinator MRI-ACT di lapangan.

Sampai Senin (24/12), tim MRI-ACT masih melakukan aksi lanjutan yakni mitigasi ulang dan pendistribusian bantuan berupa beras, selimut, dan biskuit. Selain banjir, sekitar jam 19:45 WIB juga terjadi tanah longsor di Dusun Mandilis Desa Sanenrejo Kecamatan Tempurejo, Jember.

Bencana ini mengakibatkan 1 rumah hancur, 8 rumah rusak berat dan 20 rumah rusak sedang dan ringan. Tim MRI-ACT turun ke lokasi bersama pemerintah desa, TNI, dan Polri. “Di lokasi tanah longsor tidak ada korban jiwa, namun ada 8 warga yang mengalami kerugian materi cukup besar besar karena rumah mereka rusak berat,” terang Hasan.

Katminah (57),  tak bisa menempati rumahnya lagi karena tidak rumahnya hancur rata dan tertimbun dengan tanah. Beruntung dirinya tidak sedang berada di dalam rumah saat longsor terjadi. “Ya sedih karena rumah saya hancur, tapi alhamdulillah Allah memberi saya keselamatan,” ungkap Katminah sembari mengelus dada dengan sendu.

Selasa (25/12) tim MRI-ACT masih berjibaku di lokasi bencana, selain melakukan peninjauan ulang, tim juga mendistribusikan sembako, biskuit dan selimut kepada para korban banjir dan longsor. []