MRI-ACT Salurkan Bantuan Darurat untuk Korban Banjir Pekalongan

MRI-ACT mengirimkan bantuan kepada warga di Kelurahan Tirto, Kecamatan Pekalongan Barat, Kota Pekalongan, yang terdampak banjir setinggi 30 sentimeter setelah diguyur hujan semalaman.

MRI-ACT Salurkan Bantuan Darurat untuk Korban Banjir Pekalongan' photo
Salah satu warga menerima bantuan kemanusiaan dari MRI-ACT Tegal. (ACTNews/Eko)

ACTNews, PEKALONGAN Hujan mengguyur Pekalongan dan mengakibatkan banjir di beberapa lokasi. Salah satunya di Kelurahan Tirto, Kecamatan Pekalongan Barat, Kota Pekalongan, yang tergenang pada Sabtu (8/2) lalu setelah diguyur hujan semalaman. Di wilayah ini, ketinggian air mencapai 30 cm dan bahkan lebih. Kondisi ini membuat warga mengungsi ke tempat yang lebih memadai. 

Tempat yang menjadi pengungsian ada beberapa titik, yaitu musala, majelis taklim dan kantor kelurahan. Ada lebih dari 500 warga Kelurahan Tirto mengungsi ketika hujan deras mengguyur dan air mulai merendam kediaman mereka,” kata Adinda Fiqih Damayanti dari Tim Program ACT Tegal.

Salah satu tempat yang menjadi tempat pengungsian adalah Musala Al Fatah. Di musala ini ada sekitar 70 warga yang bermalam untuk berlindung dari hujan dan banjir. Terlihat banyak pengungsi yang hanya membawa surat berharga dan barang-barang seadanya. Sehingga, untuk saat ini mereka belum dapat memenuhi kebutuhan sehari-hari, khususnya kebutuhan dasar.


Banjir yang masih menggenang di Kelurahan Tirto, Kota Pekalongan pada Sabtu (8/2) lalu. (ACTNews/Eko)

Untuk itu ACT Tegal hadir bersama Masyarakat Relawan Indonesia (MRI) Pekalongan memberikan bantuan logistik. Bantuan ini berisi beberapa barang untuk kebutuhan darurat, seperti obat, makanan ringan, air mineral, madu, dan popok bayi. Harapan dari Tim MRI-ACT mengatakan, bantuan ini bisa membantu memenuhi kebutuhan darurat para pengungsi di tempat ini.


Adinda menyampaikan, pendistribusian bantuan tersebut adalah tindak lanjut dari hasil kunjungan ke lokasi banjir bulan Januari lalu.
Akhir Januari lalu, Tim MRI-ACT sempat meninjau titik yang sama karena terdampak banjir. Pada Februari ini, banjir relatif lebih mudah ditangani karena berbagai pihak telah bersiaga.

”Alhamdulillah saat ini air sudah beranjak surut karena bantuan pompa dari pemerintah kota, meskipun pompa ini hanya untuk 2 titik banjir. Sedangkan kondisi terkini untuk titik banjir lainnya air masih menggenang dan diperkirakan air baru akan surut 2-3 hari ke depan. Itupun bila hujan deras tidak turun lagi, mengingat intensitas hujan saat ini masih cukup tinggi,” jelas Adinda, Senin (10/2).

Walau saat ini air masih menggenang di sejumlah titik, banyak warga yang kembali ke rumah masing-masing untuk menjaga harta bendanya sekaligus mencoba beraktivitas seperti biasa. Warga baru akan kembali ke tempat pengungsian ketika sore menjelang malam hari. []


Bagikan