MRI-ACT Sigap Bantu Korban Banjir Bengkulu

MRI-ACT Sigap Bantu Korban Banjir Bengkulu

MRI-ACT Sigap Bantu Korban Banjir Bengkulu' photo

ACTNews, BENGKULU - Bengkulu dirundung duka. Banjir yang terjadi sejak Rabu (12/12) lalu merendam puluhan rumah di Kota Bumi Raflesia tersebut. Merespon kondisi ini, Tim MRI-ACT Bengkulu turun membantu warga terdampak. Salah satunya dengan mendirikan Dapur Umum (DU) bersama warga dan menyuplai makanan siap santap serta sembako di Keluruhan Tanjung Jaya, Kecamatan Sungai Serut, Kota Bengkulu.

Octari Ezon selaku Koordinator MRI-ACT Bengkulu melaporkan, di Keluruhan Tanjung sendiri banjir merendam sekitar 60 rumah dengan ketinggian air 150-200 cm. Banjir mengakibatkan aktivitas sehari-hari warga terganggu.

"Banjir ini menyebabkam warga kesulitan beraktivitas memasak, menyuci, termasuk arus lalu lintas menjadi terhambat karena air merembes sampai ke jalan. Sebagian masyarakat ada yang menggunakan sampan/rakit untuk memudahkan aktivitas," ujar Ezon.

Ezon menuturkan, tidak ada korban jiwa, namun satu tenda warga ambruk disebabkan oleh badai yang terjadi tengah malam. Ia bersyukur bantuan dari ACT meringankan beban warga. "Alhamdulillah warga merasa sangat terbantu," ucap Ezon.

Banjir yang terjadi disebabkan oleh hujan deras yang terus mengguyur Kota Bengkulu sejak Rabu (12/12). Selain itu, banjir juga disebabkan oleh aliran sungai Bengkulu yang tersumbat.

Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menyebutkan Bengkulu termasuk salah satu daerah yang akan diguyur hujan. BMKG sebelumnya sudah memprediksi, hingga Sabtu (15/12) Kota Bengkulu masih akan diguyur hujan. Hujan diprediksi mencapai tingkat kelembaban hingga 85 persen dengan kecepatan angin 9 km per jam.

Berdasarkan pemutakhiran data BMKG di situs resmi BMKG menyebutkan, hingga Kamis (13/12) sebanyak 62% wilayah Indonesia dinyatakan sudah memasuki musim hujan. Tidak hanya itu BMKG sebelumnya sudah memprediksi potensi hujan lebat disertai kilat dan angin kencang yang akan terjadi selama rentang satu minggu (10-16 Desember) di beberapa Provinsi di Pulau Sumatera dan Jawa, termasuk Provinsi Bengkulu.

Menurut BMKG, tingginya curah hujan selama pertengahan Desember ini menyebabkan terjadinya rentetan bencana seperti bencana longsor, kejadian puting beliung, dan banjir di beberapa lokasi. Bulan November lalu, tercatat 72 kejadian banjir, 74 bencana longsor, dan 77 kejadian puting beliung. Oleh karena itu, masyarakat diharapkan untuk terus berhati-hati ketika hujan melanda dan selalu tingkatkan kewaspadaan. []

Bagikan