MRI Kalimantan Timur Kirim Relawan ke Donggala dan Palu

MRI Kalimantan Timur Kirim Relawan ke Donggala dan Palu

ACTNews, BALIKPAPAN - Jumat (28/9) petang, gempa mengguncang Sulawesi Tengah dan sekitarnya. Beriring tsunami datang beberapa saat setelah gempa bergetar dengan magnitudo 7,4 SR. Wilayah terparah terkena imbas gempa dan tsunami berada di pesisir Donggala dan Kota Palu, Sulawesi Tengah (Sulteng).

Merespons dampak luarbiasa pascagempa dan tsunami di Palu dan Donggala, pergerakan serentak dilakukan oleh tim Masyarakat Relawan Indonesia (MRI) dari berbagai daerah. Salah satu mobilisasi relawan berasal dari wilayah Kalimantan Timur (Kaltim). Ahad (30/9) pagi tadi, Tim MRI Kaltim berangkat menuju Palu dan Donggala. Menggunakan pelayaran Kapal Pelni Lambelu, total sebanyak 13 orang relawan berangkat dari Pelabuhan Semayang, Balikpapan, Kaltim.

Dilepas di tepi pelabuhan, relawan MRI Kaltim akan melakukan evakuasi kepada korban gempa dan tsunami di Sulteng, khususnya di Kabupaten Donggala dan Palu. Pengiriman relawan juga didukung Pelni yang melayarkan langsung Tim MRI Kaltim menuju Pelabuhan Pantoloan, Kota Palu.

Ahad (30/9) pagi tadi, perjalanan dimulai pukul 10.30 WITA. Rencananya, Tim MRI Kaltim akan tiba di Palu sekitar pukul 08.30 WITA keesokan harinya. “Mereka berangkat menggunakan kapal Lambelu. Insya Allah tiba di Palu hari Senin (1/10) pagi,” ungkap perwakilan Tim ACT Cabang Kaltim Arifka Nanda Adlina.

Sejumlah 13 orang relawan yang berangkat akan difokuskan untuk evakuasi korban. Selain itu, pergerakan Tim MR Kaltim pun akan diarahkan untuk menyisir area bencana, khususnya di pesisir Teluk Palu. Aksi medis juga akan dilakukan seiring pendataan kebutuhan yang paling mendesak untuk dipenuhi pengungsi.

“Mereka telah dibekali perlengkapan yang menunjang proses penyelamatan seperti helm hingga sepatu. Kualifikasi relawan MRI Kaltim yang dikirimkan adalah tim pencarian korban dan tim medis,” tambah Arifka.

Sesaat sebelum Kapal Lambelu angkat jangkar, Nuraini selaku Ketua Tim MRI Kaltim mengajak seluruh kawan-kawan relawan untuk bergerak membantu Palu. “Khususnya untuk warga Kalimantan Timur, kalau tenaga tidak bisa sampai di Palu, amanah bisa dititipkan di ACT Kaltim di Jalan MT Haryono, Damai Baru, Balikpapan. Insya Allah akan kami sampaikan amanah itu sesegera mungkin di Palu dan Donggala,” pesan Nuraini.

Setelah Kapal Lambelu merapat di Palu, pengiriman relawan MRI Kaltim juga akan dilakukan lagi untuk kloter kedua. Arifka menjelaskan, sesuai rencana beberapa hari setelah tim pertama  tiba, akan dilakukan koordinasi dengan relawan untuk keberangkatan ke Donggala dan Palu tahap selanjutnya.

“Hingga kini personel relawan ACT yang berasal dari berbagai organisasi telah mengajukan diri untuk segera dikirim ke Tanah Celebes itu,” ujarnya.

Mengutip data Disaster Management Institute of Indonesia (DMII) - Aksi Cepat Tanggap (ACT), per 30 September 2018 pukul 15.00 WIB terjadi 209 gempa susulan setelah gempa utama 7,4 SR. Angka korban jiwa juga terus bertambah. Ahad (30/9) siang, 832 jiwa meninggal akibat tertimpa bangunan maupun tersapu ombak tsunami. Sebanyak 504 orang luka berat sedangkan 29 masih orang dinyatakan hilang.

Berbagai tempat juga dipenuhi pengungsi. Terdata 16.732 orang mengungsi dari 934 desa yang terdampak di Sulawesi Tengah dan Barat. “Air laut berdiri” menjadi julukan masyarakat untuk menggambarkan tsunami yang menghantam Pesisir Donggala dan Palu setinggi hampir enam meter, Jumat (28/9) kemarin. []

Tag

Belum ada tag sama sekali