MRI Kalsel Peduli Pendidikan Anak Nelayan

MRI Kalsel Peduli Pendidikan Anak Nelayan

ACTNews, KOTABARU - Riuh tepuk tangan beriring tawa khas anak-anak terdengar dari sebuah rumah sederhana di Desa Rampa, Kecamatan Pulau Laut Utara di Kabupaten Kotabaru, Kalimantan Selatan. Pada Ahad (31/3) sore itu sebanyak 35 anak berkumpul di ruang sempit sambil ditemani hujan di luar sana. Beberapa sudut ruangan mengalami kebocoran, tapi tak menyurutkan semangat anak-anak.

Ramainya anak sore itu karena tim dari Masyarakat Relawan Indonesia (MRI) Kalimantan Selatan ikut dalam kegiatan di rumah belajar untuk anak nelayan. Mereka turut dalam program Relawan Saijaan Mengajar (RSM).

Ketua MRI Kotabaru Hamas Al Qasam menuturkan awal tim MRI ikut dalam program mengajar ini. “Dari bertemuanya kami (MRI Kalsel) dengan pendiri rumah belajar Budiono (54) dan Wahyuningsih (50) yang kemudian membicarakan tentang program relawan ini,” jelasnya, Ahad (31/3).

Hamas menambahkan, ketertarikan MRI untuk terlibat dalam program ini mengingat kondisi pendidikan anak-anak nelayan. Meski fasilitas belajar begitu terbatas, anak-anak nelayan di Rampa penuh semangat belajar.

Selama tiga tahun ini, tenaga pengajar hanya diisi oleh Budiono dan Wahyuningsih saja. Mereka mendedikasikan waktu dan diri untuk pendidikan anak nelayan Rampa. Tak ada tarif yang mereka tagih.

Mereka yang ikut belajar di rumah belajar ini ialah mereka dari keluarga prasejahtera. Orang tua mereka berkerja sebagai nelayan dengan penghasilan pas-pasan. Ira salah satunya. Anak nelayan itu harus puas dengan hnaya duduk di bangku kelas 6 sekolah dasar saja. “Tak ada uang untuk sekolah,” ungkap Hamas menirukan Ira berkata.

Program RSM sendiri sudah berlangsung sejak Rabu (27/3) lalu. Berbagai macam aktifitas serta pendampingan belajar dilakukan. “Kami mengajarkan menulis, membaca, mengarang, melakukan permainan edukasi hingga belajar bahasa asing,” tambah Hamas.

Relawan MRI Hamidah yang terlibat dalam pembelajaran mengaku senang bisa berbagi untuk anak-anak nelayan Ramapa. Program belajar dilakukan secara rutin tiga kali dalam satu pekan. “Mereka ini antusias sekali belajar, semoga apa yang kami lakukan bisa membantu mereka menjadi generasi hebat,” ucapnya. []