MRI Sumsel Terjun Percepat Penanganan Bencana Lampung

MRI Sumsel Terjun Percepat Penanganan Bencana Lampung

ACTNews, PALEMBANG - Musibah tsunami yang menghantam daerah sekitar selat Sunda pada Sabtu (22/12) malam menyebabkan banyaknya jatuh korban jiwa dan kerusakan parah di dua Provinsi, yaitu Banten dan Lampung. Aksi Cepat Tanggap (ACT) merespons kondisi tersebut dengan menurunkan berbagai bantuan termasuk relawan dari cabang ACT di daerah-daerah.

Sebelumnya ACT Sumatera Barat bersama Masyarakat Relawan Indonesia (MRI) telah menerjunkan lima anggota regu penyelamat air untuk membantu evakuasi korban di Kalianda, Lampung Selatan. Kali ini, ACT Sumatera Selatan (Sumsel) bersama MRI juga turut mengirimkan tim penyelamat dan medis guna mempercepat mempercepat proses evakuasi penyelamatan penyintas tsunami di Lampung.

Setidaknya 11 relawan dilepas dari Palembang pada hari Selasa (25/12) sore dan sampai di posko induk Lampung pada Rabu (26/12). Kesebelas relawan tersebut terdiri dari 9 tenaga penyelamat dan  2 tenaga medis. Mereka ditugaskan ke Lampung Selatan untuk memperkuat tim relawan yang sudah ada.

Kepala Cabang ACT Sumsel Ardiansyah menyebutkan, sebagian tim yang diturunkan pernah ditugaskan di Lombok, Palu, Sigi, Donggala. Sebagian relawan lainnya merupakan relawan profesional yang mengetahui seluk beluk proses evakuasi kebencanaan. 

Jumlah tim yang diberangkatkan kemungkinan akan bertambah sesuai dengan kebutuhan relawan di lapangan. “Di masa emergency ini, kita harus cepat, efektif, dan tuntas dalam hal evakuasi korban. Maka relawan yang dikirim mestilah yang siap secara fisik dan psikis, serta memiliki keahlian khusus yang dibutuhkan,” ujar Ardi. ACT Sumsel bersama MRI saat ini juga sedang bersiap membentuk tim kedua dan tim pemulihan jika sewaktu-waktu dibutuhkan. 

"ACT Sumsel mengajak seluruh masyarakat di Sumatera Selatan berpartisipasi aktif untuk membantu tetangga kita di Lampung dan Banten yang mengalami musibah. Beberapa hari lalu kita aksi solidaritas bersama untuk membantu saudara kita di Uighur, yang jauh saja kita bantu, yang dekat mesti kita bantu juga," ucap Ardi.

Berdasarkan data yang diperoleh dari tim Disaster Management Institute of Indonesia (DMII) ACT per Selasa (25/12), tsunami menyebabkan 429 jiwa meninggal dunia, 1.485 luka-luka, 154 hilang dan 516.082 mengungsi. Korban ini kemungkinan terus bertambah. Rincian jumlah korban paling besar terdapat di Pandeglang, kemudian Lampung Selatan, Serang Pesawaran kemudian Tanggamus. Data kerusakan yang dilaporkan sebanyak 882 unit rumah hancur, 773 unit hotel dan villa, 434 unit perahu, serta 60 unit warung dan toko.

Saat ini tim Emergency Response (ER) ACT di bawah komando Kusmayadi sedang bertugas melakukan evakuasi dan pencarian korban. Tim ini bertugas bersama-sama dengan Badan Nasional Penaggulangan Bencana (BNPB) dan Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (BASARNAS) melakukan penyisiran dan mengangkat mayat yang mulai membusuk. Proses evakuasi harus segera dilakukan mengingat intensitas hujan yang tinggi yang dapat mengakibatkan muncul dan menyebarnya penyakit dan mayat-mayat tersebut. []