MRI Sumut Gelar Diksar SAR di Binjai dan Langkat

MRI Sumut Gelar Diksar SAR di Binjai dan Langkat

MRI Sumut Gelar Diksar SAR di Binjai dan Langkat' photo

ACTNews, LANGKAT – Ada perbukitan sejuk dengan vegetasi yang masih sangat rapat di sekitar Danau Karona Sakti, Dusun Pamah Simelir, Desa Telagah, Kecamatan Bingei. Menjelang Magrib, kabut mulai turun membikin gradasi seperti awan dan gunung yang begitu berdekatan. Lokasi ini berada di lereng perbukitan sebelah selatan Kabupaten Langkat.

Alasan sejuk dan rindang ini pula yang akhirnya dipilih untuk menjadi lokasi gelaran Pendidikan Dasar atau Diksar relawan-relawan terpilih dari wilayah sekitar Pulau Sumatera. Inisiator Diksar kali ini berasal dari kawan-kawan Masyarakat Relawan Indonesia (MRI) - Aksi Cepat Tanggap (ACT) wilayah Sumatera Utara.  

Terhitung sejak Kamis (29/11) sampai Ahad (3/12), sejumlah anak-anak terpilih dari Masyarakat Relawan Indonesia punya agenda menarik. Awalnya gelaran Diksar ini bertujuan untuk menyatukan visi dan misi ketiga bertindak menjadi orang yang paling siaga dalam menghadapi bencana. Tapi lebih dari itu, kawan-kawan relawan yang tergabung justru diharapkan mampu menemukan ritmenya sebagai seorang relawan.

Seperti yang disampaikan oleh Cipto, salah satu instruktur dari MRI – ACT Jakarta. Menurutnya gelaran Diksar akan menjadi bekal awal sejumlah relawan ACT sebelum terjun ke lokasi terdampak bencana.  

“Pada akhirnya memang kawan-kawan MRI yang hadir dalam diksar punya spesifikasi yang spesial yang akan ditekuni. Tapi dalam kesempatan diksar kali ini yang diprioritaskan adalah materi tentang pelatihan SAR dan pertahanan hidup,” jelas Cipto.

Tidak hanya berasal dari wilayah Sumatera Utara saja, gelaran giksar kali ini diikuti hampir 100 peserta. Masing-masing merupakan perwakilan dari Tim MRI terpilih di sekitar Sumatera Utara.

“Relawan yang terlibat dalam diksar kali ini berasal dari perwakilan Provinsi Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Riau dan Kepulauan Riau,” jekas Cipto.

Terbagi dalam beberapa sesi, hari pertama diksar berlangsung di wilayah tengah Kota Binjai, tepatnya di di Kantor KNPI Kota Binjai. Materi tentang dasar penyelamatan disampaikan oleh sejumlah pemangku kepentingan di urusan bencana, seperti BNPB dan Basarnas.

Kemudian hari berikutnya, seluruh peserta berpindah ke lokasi lapangan yang berada yakni di Danau Karona Sakti, Dusun Pamah Simelir, Langkat.

Cipto menegaskan, di lapangan dekat Danau Karona Sakti, seluruh peserta mendapatkan beragam materi tentang kemampuan untuk menyelamatkan dan bertahan hidup. “Dari lapangan yang memiliki danau juga dikelilingi bukit berkabut, peserta relawan MRI – ACT disiapkan skill personalnya. Ke depannya setiap relawan yang terlahir dari diksar bisa bertahan dan memahami Disaster Management Concept,” cerita Cipto.

Senada dengan Cipto, salah seorang instruktur dari Disaster Management ACT Pusat, Yadi menambahkan, relawan ini nantinya akan dapat mengetahui dan memahami tugas dan tanggung jawabnya.

“Selain itu, relawan pun diharapkan mampu mengetahui risikonya jika turun tangan langsung di lokasi bencana. Harapan berikutnya agar mengetahui bagaimana mengurangi dampak yang ditimbulkan bencana, khususnya kerugian jiwa dan ekonomi,” kata Yadi.

Usai diksar dilangsungkan, Yadi menitip harapan bahwa kegiatan ini akan membentuk disiplin dan jiwa korsa yang besar. “Dari semangat korsa ini pula akan lahirlah para relawan-relawan yang tangguh dari ACT-MRI ini,” pungkas Yadi. []

Bagikan