Mualaf Makula Akan Nikmati Syukuran Qurban Pertama Kalinya

Perayaan kurban pada tahun ini merupakan yang pertama kalinya bagi penduduk mualaf di Makula. Pasalnya, kondisi masyarakatnya yang masih prasejahtera tidak memungkinkan mereka untuk berkurban.

Mualaf Makula Akan Nikmati Syukuran Qurban Pertama Kalinya' photo

ACTNews, PINRANG - Makula, nama ini beberapa pekan lalu sempat viral di sosial media wilayah Makassar. Makula merupakan perkampungan terpencil di Desa Betteng, Kecamatan Lembang, Kabupaten Pinrang, yang dihuni oleh para mualaf. Makula menjadi tempat diselenggarakannya Syukuran Qurban oleh Global Qurban-ACT pada Iduladha nanti. 

Perayaan kurban pada tahun ini merupakan yang pertama kalinya bagi penduduk mualaf di Makula. Pasalnya, kondisi masyarakatnya yang masih prasejahtera tidak memungkinkan mereka untuk berkurban. Selain itu, para mualaf di sana belum begitu paham tentang syariat penyelenggaraan pemotongan hewan kurban. Ditambah dengan sulitnya akses menuju ke wilayah tersebut membuat kampung berpenduduk 250 jiwa ini jarang tersentuh bantuan kurban.

Penduduk Makula menyambut rencana Syukuran Qurban dengan penuh sukacita. Secara swadaya, mereka  menyiapkan segala sesuatunya. Guntur selaku tokoh masyarakat setempat menyampaikan rasa haru dan terima kasihnya mendalam kepada segenap dermawan, relawan, dan Global Qurban-ACT atas Syukuran Qurban yang akan diadakan di kampungnya.

"Kami sungguh berterima kasih, kami merasa lebih yakin bahwa persaudaraan dalam Islam itu nyata dan kepedulian itu masih ada. Sudah lama kami hidup tersisih dan jauh dari pengetahuan. Alhamdulillah, insyaallah ini menjadi Iduladha terbaik bagi kami," terang Guntur.

Sebelumnya, Mukala telah menjadi wilayah binaan ACT Sulawesi Selatan bersama Masyarakat Relawan Indonesia (MRI). Secara berkala, warga setempat menerima pembinaan rohani untuk menguatkan pemahaman mereka tentang Islam.

"Selama kurang lebih delapan bulan, ACT MRI secara bergantian melakukan pembinaan kepada anak-anak dan warga lainnya. Betapa tidak, jangankan ibadah shalat lima waktu, cara berwudhu dan jumlah rakaat shalat saja mereka tidak tahu. Mereka memeluk Islam karena meyakini bahwa Islam itu bersih, indah dan penuh kasih sayang," jelas Miftahul Jannah selaku Koordinator MRI Pinrang.


Sebanyak dua ekor sapi akan disembelih sesaat setelah pelaksanaan salat Iduladha pada Ahad (11/8). Daging kurban hasil cacahan kemudian diolah dan dimasak sendiri oleh warga untuk dinikmati bersama-sama. Beberapa warga dari kampung sekitar turut diundang hadir, termasuk pemerintahan setempat.

“Amanah kurban yang dikemas dalam momentum Syukuran Qurban mendatang insyaallah menjadi suntikan motivasi dan kekuatan bagi warga mualaf Makula untuk istikamah berislam. Semoga ikhtiar membahagiakan sesama di momen Iduladha menjadi pahala tanpa batas bagi siapapun yang terlibat di dalamnya,” tutur Nur Ali Akbar dari Tim Program Global Qurban-ACT Sulsel. []

Bagikan