Muhasabah Akbar, Mamah Dedeh: Inilah Ciri-Ciri Wanita Penghuni Surga

Satu hari menjelang hari raya Idulfitri, Aksi Cepat Tanggap (ACT) menggelar acara “Muhasabah Akbar”. Segmen pertama diisi oleh Mamah Dedeh dengan bahasan "Ciri-ciri wanita penghuni surga".

Muhasabah Akbar, Mamah Dedeh: Inilah Ciri-Ciri Wanita Penghuni Surga' photo
Mamah Dedeh dan Syifa Fauzia saat mengisi acara 'Muhasabah Akbar'. (ACTNews/EdyPurwanto))

ACTNews, JAKARTA – Satu hari menjelang hari raya Idulfitri, Aksi Cepat Tanggap (ACT) menggelar acara “Muhasabah Akbar” yang disiarkan langsung oleh ACT TV pada Sabtu (23/5). Acara ini dihadiri oleh sejumlah dai, salah satunya Dedeh Rosidah atau yang kerap disapa sebagai Mamah Dedeh. 

Pada segmen pertama, Mamah Dedeh membahas "Wanita Penghuni Surga". Ia menjelaskan bahwa sebelum datangnya Islam, perempuan begitu tidak dihargai, dianggap hina bahkan di caci maki. Hal tersebut tertulis di dalam Alquran, yakni surat An-Nahl ayat 58-59. Namun setelah Islam datang, kedudukan wanita pun menjadi mulia.

Mamah Dedeh lanjut menjelaskan, ada empat ciri wanita penghuni surga. Empat ciri tersebut antara lain mereka yang salat lima waktu, mengerjakan puasa, taat kepada suami, dan menjaga kehormatan diri dan suami.

“Ciri-ciri wanita penghuni surga, pertama, apabila seorang wanita mengerjakan salat lima waktu tepat pada waktunya. Yang kedua, mengerjakan puasa dan apabila memiliki utang puasa segera diganti. Ketiga, taat kepada suami. Apabila suami memerintahkan istri sesuai aturan agama maka harus dijalankan. Terakhir, menjaga kehormatan diri dan suami,” tutur Mamah Dedeh.

Meskipun Ramadan akan segera berakhir, kesempatan untuk mengamalkan kebaikan terus terbuka lebar. Tak terkecuali bagi para muslimah yang ingin menjadi hamba Allah yang menghuni surga-Nya kelak. Mamah Dedeh pun mengajak para muslimah untuk terus memperbaiki diri di momen muhasabah ini.

Muhasabah Akbar akan terus berlangsung hingga malam ini, menemani muslim Indonesia di momen takbiran. Tak hanya dai, acara ini juga menghadirkan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, Wali Kota Padang Mahyeldi Ansharullah, belasan qari internasional, Kajian Musawarah,  dan relawan kemanusiaan.[] 



Bagikan