Muhayati Harus Mulai Usaha dari Awal

Usaha Muhayati sempat berhenti karena Pandemi Covid-19. Selama tidak ada pemasukan, Muhayati memakai tabungan dan modal usaha untuk biaya hidup sehari-hari.

Muhayati. (ACTNews)

ACTNewsPONTIANAK — Usia yang sudah tak lagi muda, membuat Muhayati (68) tidak mampu melakukan banyak aktivitas fisik. Untuk mencukupi kebutuhan hidup, Murhayati, berjualan Pecel di teras rumahnya di Jalan Sultan Syahrir, Kelurahan Sungai Bangkong, Pontianak Kota, Pontianak. 

Setiap hari, dibantu sang suami, Muhayati menyiapkan dagangannya. Meskipun Muhayati sudah berkepala enam, namun ia tetap semangat berjualan. Ia tak ingin merepotkan anak-anaknya meski untung yang didapat cukup untuk makan sehari.

"Jadi manusia penting untuk bersyukur.  Di luar sana masih banyak yang enggak punya rumah, enggak bisa makan. Kita masih mending punya rumah buat tidur, masih bisa makan," katanya Muhayati, Senin (29/3/2021).


Meski begitu, Muhayati mengaku ingin kembali meningkatkan usahanya. Akibat Pandemi Covid-19, tabungan dan modal usahanya habis. Ia sempat berhenti berjualan, modal dan tabungan yang ada ia pakai untuk memenuhi keperluan sehari-hari.

"Kemarin sempat berhenti berjualan karena sepi, dagangan enggak laku. Jadi saya putuskan berhenti sementara. Untuk makan, saya pakai tabungan, setelah tabungan habis, modal saya pakai. Sekarang mulai lagi, modalnya Rp300 ribu-an," ujar ibu enam anak ini. 

Muhayati bersyukur menjadi penerima manfaat program Wakaf Modal Usaha Mikro Indonesia. Menurutnya, Wakaf Modal UMI dapat membantunya saat kesulitan modal. Tanpa bunga ia diberikan kemudahan dalam mengembalikan wakaf tersebut.[]