MUI Apresiasi Program 1.000 Sapi Kurban untuk Masyarakat Terdampak Pandemi Jawa-Bali

“Hari ini kita saksikan bersama-sama usaha kemanusiaan untuk membantu sesama dilakukan ACT. Allah SWT menyampaikan barang siapa yang melakukan amal baik seberat biji zaroh, maka ia akan mengetahui balasan ku,” kata Wakil Ketua Umum Dr. KH. Marsudi Suhud saat memberikan sambutannya melalui aplikasi zoom meeting

Operasi Pangan Gratis
Wakil Ketua Umum MUI Marsudi Suhud menyampaikan sambutan melalui aplikasi zoom meeting yang disiarkan langsung oleh ACT TV (ACTNews/Abdurrahman Rabbani)

ACTNews, BOGOR — Majelis Ulama Indonesia (MUI) mengapresiasi program Aksi Cepat Tanggap (ACT) yaitu 1.000 Sapi Kurban untuk Masyarakat Terdampak Pandemi Jawa-Bali. Hal ini merupakan jawaban yang selalu dilakukan ACT dalam setiap permasalahan yang dihadapi umat manusia.

 

“Hari ini kita saksikan bersama-sama, usaha kemanusiaan untuk membantu sesama umat manusia yang dilakukan oleh ACT. Allah SWT menyampaikan barang siapa yang melakukan amal baik seberat biji zaroh, maka ia akan mengetahui balasan ku,” kata Wakil Ketua Umum Dr. KH. Marsudi Suhud saat memberikan sambutannya melalui aplikasi zoom meeting, Jumat (17/6/2021).

 

Ia melanjutkan bantuan kemanusiaan ini merupakan bukti bahwa ACT sedang menjaga setiap jiwa dari kelaparan. Menurutnya itulah tantangan solidaritas bangsa yang sangat dibutuhkan. “Kita melakukan hari ini untuk tantangan bangsa ini. Kita berusaha untuk memenuhi itu hari ini. Yakinlah akan bermanfaat untuk orang banyak,” ujarnya.


 Tak lupa Marsudi dalam sambutannya mengucapkan rasa terimakasihnya kepada ACT yang telah menjawab tantangan bangsa. Ia pun berharap program ini tak berhenti sampai di sini dan bisa terus dilanjutkan, mengingat begitu banyak tantangan bangsa yang belum muncul ke permukaan.


“Yakinlah apa yang dilakukan dari usaha menjaga jiwa akan dibalas oleh Allah. Selamat untuk ACT dan semua pihak yang  bahu membahu melakukan ini dan pihak yang turut serta di dalamnya,” kata Marsudi.

 

Sementara Presiden ACT, Ibnu Khajar mengatakan, semangat darurat solidaritas bertujuan membangkitkan gerakan masyarakat. Mengingat bangsa Indonesia terlatih untuk menemukan solusi dari setiap masalah dan senantiasa bangkit menghadapi apa pun.

 

Menurutnya, semangat itu lalu diwujudkan dalam bentuk aksi nyata. Sesama elemen bangsa terus bergotong royong membantu warga yang terdampak pandemi. “Aksinya semakin hari harus semakin masif. Masyarakat yang sedang isolasi mandiri, yang terdampak PPKM, tenaga kesehatan, warga yang kesulitan ekonomi akibat pandemi semuanya tidak boleh kelaparan. Program ini adalah aksi nyata bahwa bantuan untuk masyarakat semakin masif diberikan,” kata Ibnu.

 

ACT bersama dengan MUI dan sejumlah organisasi masyarakat meluncurkan program Distribusi 1.000 Sapi Qurban untuk Masyarakat Terdampak Pandemi Covid-19, 50 Truk untuk Program Pangan Gratis dan Peluncuran Humanity Food Bus. Acara ini juga dihadiri oleh sejumlah tokoh dari MUI, PP Muhammadiyah, PBNU, serta AMS.