Mukhlis: “Jangan Takut Harta Habis, Malah Bertambah”

Mukhlis: “Jangan Takut Harta Habis, Malah Bertambah”

Mukhlis: “Jangan Takut Harta Habis, Malah Bertambah”' photo

ACTNews, JAKARTA - Berawal dari pertemuan di bulan Agustus pada tahun 2018 dengan ACT, Pak Mukhlis akhirnya terinspirasi untuk mewakafkan beberapa asetnya. Sebanyak kurang lebih 500 sapi dan 43 hektar tanah untuk ranch miliknya di Sumbawa, akhirnya dikelola untuk wakaf oleh Global Wakaf.

“Pertama merekrut karyawan, itu 15. Kalau sekarang sudah 21 orang untuk menambah karyawan.” kisah Pak Mukhlis kepada ACT, di kantor ACT Senin (12/03) kemarin.

Tidak berhenti sampai disitu, tahun ini Pak Mukhlis berencana menyuntikkan dana lagi sebesar 10.5 Milyar Rupiah. Dengan rincian alokasi 7 Milyar untuk 1000 ekor sapi kurban, dan 3.5 Milyar Rupiah khusus kandang dan pakannya.

Dengan adanya wakaf ini menurutnya, lebih memudahkan petani yang ada di sekitar. “Untuk jagung, kita bangun gudang dengan dryer. Dengan adanya dryer itu kan, bukan lagi kita jemur jagung tradisional. Itu sudah otomatis dan lebih modern. Untuk petani-petani di sekitar kita itu kita beli jagung jadi agak lebih bagus ketimbang sebelum ada dryer. Bisa kita tingkatkan 100 rupiah per kilo.” ujar Pak

Padahal sebelumnya, menurut Pak Mukhlis sulit untuk menjemur jagung, terutama pada musim penghujan. Dengan dryer yang telah dibangun oleh Global Wakaf ini, mempermudah pengeringan jagung yang telah dipanen yakni menggunakan mesin otomatis. Juga gudang yang dibangun oleh Global Wakaf, lebih menguntungkan petani karena bisa menyimpan hasil panennya apabila tidak ingin langsung dijual.

“Kalau sebelumnya, kita panen langsung jual. Kalau ada tempat dari pemerintah, namanya resi gudang, kan mesti cost lagi karena dari lokasi ke resi gudang cukup jauh.” kata Pak Mukhlis.

Pak Mukhlis nampak cukup senang dengan hasil ini. Oleh karenanya, beliau kini memiliki target dalam pengelolaan wakafnya tersebut. Dengan petani dan peternak yang telah terberdayakan berjumlah kurang lebih 1000 orang, Pak Mukhlis berencana meningkatkan pengelolaan wakafnya.

“Untuk wakaf ternak 5 tahun kedepan, kita menginginkan ada minimal 5000 ekor (ternak). Untuk breedingnya 1000 ekor, otomatis kalau dengan anaknya 1000 ekor (induk) itu mencapai 4000. Dan nanti untuk fattening-nya 1000-2000 ekor, kalau gudang stok pakannya dan pabrik pakannya sudah ada. Pangannya dibangun silo 2-3 (buah), dan kedepannya lagi pabrik padi, karena sekamnya bisa mendukung dryer.” ucap Pak Mukhlis.

Lebih jauh dari itu, Pungki Martha Kusuma sebagai Operations Manager dari Global Wakaf,  ditemui di tempat yang sama, mengharapkan bahwa wakaf ini tidak hanya akan berjalan selama 5 tahun tapi juga selamanya.

“Saat ini lumbung pangan wakaf kita hanya berfokus pada jagung, ternyata jagung dan padi ini bersinergi terhadap pangan ternak sendiri. Bisa jadi di tahun depan, 2020 atau 2021 kita akan bangun lumbung pangan wakaf khusus untuk beras.” beliau juga berharap hasilnya dapat bermanfaat untuk umat. Karena semangat dari Global Wakaf bukan hanya bisnis, tapi juga mensejahterakan umat.

Terkait kemanfaatan dari wakaf juga, Pak Mukhlis mengajak kita semua untuk ikut berwakaf. Menurutnya dengan berwakaf bukan berarti harta malah menjadi semakin habis. Malah terkadang kita juga ikut mendapatkan hasil dari wakaf tersebut. Contohnya karena diberi kesempatan mengelola dan mengembangkan.

“Jadi jangan takut kalau berwakaf harta kita jadi habis, malah bisa bertambah karena kita didukung modal kerja.” pungkas Pak Mukhlis.[]

Bagikan

Terpopuler