Murid di Palestina Alami Kesulitan Akses Pendidikan

Mengalami krisis kemanusiaan selama puluhan tahun, membuat warga Palestina harus menerima kenyataan pahit. Di Gaza khususnya, anak-anak ikut merasakan dampaknya, mereka kesulitan mengakses pendidikan.

Pendidikan Palestina
Kondisi kerusakan sekolah di Gaza pascaagresi Israel sejak 10 Mei hingga 26 Mei 2021. (Anadolu Agency/Ashraf Amra)

ACTNews, GAZA – Serangan besar Israel terhadap Palestina akhir Mei lalu membawa dampak besar. Tak hanya meluluhlantakan kehidupan, tapi juga sistem pendidikan. Bangunan banyak yang mengalami kerusakan, termasuk sekolah. Akibatnya, akses pendidikan anak di Palestina mengalami hambatan. Belum lagi adanya campur tangan Israel untuk urusan pendidikan.

Dilansir dari Antara News, campur tangan di sekolah oleh Israel dilakukan dalam bentuk ancaman pembongkaran, bentrokan di jalan menuju sekolah antara pelajar dan pasukan keamanan, guru diberhentikan di pos pemeriksaan dan aksi kekerasan lain oleh Israel. Padahal, sejatinya siswa sekolah harus diberikan akses pendidikan yang aman dan berkualitas.



Lembaga pendidikan di Palestina pun membutuhkan dana dan bantuan operasional lain, karena ada penguranan dana bantuan di sekolah-sekolah. Namun, di balik semua perjuangan itu, siswa Palestina tidak pernah putus asa dan berharap bisa mewujudkan cita cita nya kelak.

Dukungan pendidikan ACT

Melalui sejumlah program, Aksi Cepat Tanggap (ACT) secara langsung turut serta dalam memulihkan masalah di Palestina, termasuk dalam memberikan dukungan pendidikan. Beberapa program pendidikan sudah berjalan.

Selain itu, ACT menghadirkan bus sekolah untuk mendukung pendidikan anak-anak Gaza. Sejak pertengah Juni lalu, unit bus tersebut sedang dipersiapkan dan saat ini sedang memasuki tahap modifikasi untuk operasional bus antar jemput.

Tim Global Humanity Response-ACT, Firdaus Guritno menjelaskan, nantinya bus ini akan beroperasi, melakukan perjalanan pulang-pergi dari rumah siswa ke sekolah selama 6-7 jam per hari. Adapun untuk setiap kali bus beroperasi, mampu mengantar 50 siswa sekali jalan. Untuk diketahui bus ini adalah buah hasil kedermawanan masyarakat Indonesia yang bersedekah melalui ACT.[]