Musala Rusak Akibat Gempa Jelang Ramadan, Warga Takut Beribadah di Dalamnya

Akibat gempa bumi bermagnitudo 6,7 Musala Sabilillah di RT 04, RW 04, Desa Pamotan, Malang rusak parah. Jika tidak segera direnovasi, warga mengaku takut beribadah salat Tarawih Ramadan nanti di dalamnya.

Kondisi Musala Sabilillah, RT 04, RW 04, Desa Pamotan. (ACTNews/Muhammad Ubaidillah)

ACTNews, MALANG – Gempa bermagnitudo 6.7 yang mengguncang Malang, Sabtu (10/4/2021) menyebabkan sejumlah fasilitas umum seperti musala rusak berat dan tak bisa digunakan. Kondisi ini sangat disayangkan karena bertepatan dengan momen menjelang Ramadan dan warga terancam menjalani ibadah puasa dalam kondisi memprihatinkan. 

Salah satu musala yang mengalami kerusakan ialah Musala Sabilillah di RT 04, RW 04, Kampung Dandang, Pamotan, Dampit, Malang. Fasilitas ibadah ini rusak berat akibat gempa. Retak jelas terlihat di setiap sudut bangunan. Bahkan, ruangan di samping kiri dan kanan mihrab ikut roboh. Sementara pagar musala ditopang bambu agar tidak ikut runtuh. 

Di bagian halaman musala digunakan untuk dapur umum. Menurut Ketua RT 04 Isdianto, musala menjadi satu-satunya tempat strategis. Kegiatan sosial dan keseharian warga banyak dipusatkan di situ. Sehingga musala menjadi fasilitas umum terdekat dan terpenting bagi warga RT 04 yang berjumlah 75 keluarga.

Baca juga: Gempa Malang Memakan Korban Jiwa

Kini warga RT 04 tak lagi memiliki musala layak. Isdianto mengaku bingung di mana akan menggelar ibadah tarawih Ramadan nanti. Apakah ia akan meminta warganya tetap melakukan salat berjamaah halaman musala atau di rumah masing-masing. 

“Musala ini penting keberadaannya. Rapat-rapat warga juga di sini. Karena posisinya di tengah, jadi pas. Bulan Ramadan juga jadi tempat salat tarawih, khataman Al-Qur’an, dan mengaji. Ada masjid, tapi lokasinya cukup jauh, jadi kalo sholat Jumat aja ke sana. Ini saya bingung nanti ada salat tarawih berjamaah atau enggak, karena bahaya kalau dilakukan di musala yang retak dan rawan roboh,” kata pria yang akrab Pak Is ini, Ahad (11/4/2021).


Kondisi bangunan musala Sabilillah RT 04, RW 04 Desa Pamotsn (ACTNews/Ubaidillah)

Salah seorang warga Sika mengaku, tidak berani beribadah di musala jika kondisinya belum diperbaiki. Ia khawatir ada gempa susulan atau musala ambruk sewaktu-waktu karena kondisi yang tak lagi kokoh. “Paling kalo belum direnovasi ya salat tarawihnya di rumah saja,” ujarnya.

Di wilayah RT 04, RW 04, Desa Pamotan, sebanyak 75 keluarga terdampak akibat gempa Sabtu kemarin. Selain itu, 21 rumah rusak berat dan satu fasilitas umum berupa musala rusak. Hingga kini, warga masih menempati tenda-tenda darurat di sekitar rumah mereka karena khawatir gempa susulan yang lebih besar. []