Mushaf Al-Qur’an Jadi Kado Ramadan Anak-anak Muslim di Kenya

Perkembangan Islam di Marsabit, Kenya terkendala dengan minimnya ketersediaan mushaf Al-Qur’an. Atas dasar tersebut, ACT bersama Global Ehsan Relief (GER) memberikan ratusan mushaf Al-Qur’an sebagai hadiah Ramadan untuk anak-anak muslim di Marsabit.

wakaf alquran kenya
Anak-anak di Kenya menerima bantuan mushaf Al-Qur’an dari dermawan. (ACTNews)

ACTNews, MARSABIT – Meski jumlah warga muslim di Kenya hanya sekitar 10 persen dari keseluruhan populasi, namun semangat muslim di sana dalam menimba ilmu agama sangatlah tinggi. Sayangnya, semangat mereka tidak didukung dengan dengan fasilitas yang memadai.

Firdaus Guritno dari tim Global Humanity Network ACT menjelaskan, di wilayah Marsabit, Kenya, jumlah Al-Qur’an yang dimiliki keluarga maupun instansi pendidikan di sana sangat terbatas. Padahal, jumlah anak yang ingin belajar Al-Qur’an jumlahnya cukup banyak.

"Islam yang dulu merupakan agama mayoritas, kini menjadi minoritas di Kenya. Hal ini dikarenakan banyaknya masalah kemanusiaan yang menimpa negeri tersebut. Kemiskinan dan kelaparan bukan satu-satunya masalah, krisis keagamaan pun sangat dirasakan oleh saudara muslim di sana. Sulitnya melakukan kegiatan peribadatan ini disebabkan keterbatasan mereka untuk mengakses tempat ibadah yang layak, dan minimnya ketersediaan Al-Quran," ujar Firdaus, Selasa (26/4/2022).

Untuk itu, ACT bersama Global Ehsan Relief (GER) mendistribusikan 500 mushaf Al-Qur’an, yang juga sebagai hadiah Ramadan untuk anak-anak muslim di Marsabit. Dengan bantuan ini, diharapkan anak-anak tersebut bisa dengan mudah untuk membaca dan mempelajari Al-Quran.

Nampak anak-anak tersebut sangat antusias saat menerima pemberian mushaf Al-Qur’an tersebut. Sebagai bentuk rasa senang dan syukur, mereka beramai-ramai mengangkat mushaf Al-Qur’an ke atas kepala mereka.

Lebih lanjut, Firdaus menuturkan bahwa kualitas mushaf Al-Qur’an yang diberikan sangat baik, sehingga membantu orang dewasa di sana yang ingin belajar membaca Al-Qur’an. “Karena di sana, tidak hanya anak-anak, sebagian orang dewasa juga tidak bisa membaca Al-Qur’an. Hal ini karena kendala tulisan ayat di mushaf yang lusuh sudah sulit untuk dibaca,” tuturnya.[]