Mushaf dan Perlengkapan Ibadah Baru Bahagiakan Penyintas Banjir Kalsel

Menjelang Ramadan, penyintas banjir di Kalimantan Selatan tengah berbenah untuk bangkit. Mendukung fase ini, Global Zakat pada akhir Februari lalu menyerahkan perlengkapan ibadah serta mushaf Alquran kepada warga di Karatau, Kecamatan Batu Benawa, Kabupaten Hulu Sungai Tengah.

Serah terima mushaf
Warga Karatau menerima bantuan perlengkapan ibadah dan mushaf Alquran (ACTNews)

ACTNews, HULU SUNGAI TENGAH – Sebagian masyarakat Desa Karatau, Kecamatan Batu Benawa, Kabupaten Hulu Sungai Tengah, Kalimantan Selatan, tidak lagi memiliki peralatan ibadah layak dan mushaf Alquran pascabanjir besar. Padahal, menjelang Ramadan warga amat membutuhkan kebutuhan tersebut untuk menunjang ibadah.

Keadaan itu, direspons Global Zakat-ACT pada akhir Februari lalu dengan memberikan bantuan Alquran serta perlengkapan ibadah melalui program Sahabat Da’i Indonesia. Bantuan untuk mendukung kegiatan ibadah ini dihadirkan Global Zakat-ACT dalam rangka menyambut Ramadan. 

Koordinator Program Sahabat Da’i Indonesia Deagita Randa Putra mengatakan, mushaf serta perlengkapan ibadah dibagikan kepada warga dan ustaz yang berdakwah di Desa Karatau, 

“Para ustazah bahkan segera mencoba mukena yang baru saja diterima. Ini merupakan momen yang sangat istimewa dan semoga bisa mendukung aktivitas ibadah pascabencana,” ungkap Randa. Ada ratusan penerima manfaat dari program ini.

Program Sahabat Da’i Indonesia merupakan program yang memberikan pendampingan terhadap penyiar agama Islam di berbagai penjuru negeri. Melalui berbagai bantuan yang bersumber dari sedekah dan zakat masyarakat, Global Zakat menyalurkannya ke penerima manfaat. Bukan hanya di tepian negeri, Program Sahabat Da’i Indonesia juga menyapa para pendakwah di lokasi bencana, seperti di Kalimantan Selatan. 

Awal Februari lalu, Kabupaten Hulu Sungai Tengah menjadi salah satu wilayah terdampak banjir di Kalimantan Selatan. Banjir juga merendam wilayah lain, seperti di Kabupaten Banjar, banjir berdampak pada seorang dai yang terhambat aktivitas mengajarnya karena Alquran miliknya dan murid-muridnya terendam banjir.[]