Musim Dingin Segera Tiba, Suhu Beku Siap Kepung Palestina

Banyak perlengkapan yang diperlukan warga Palestina untuk bertahan di musim dingin, seperti penghangat ruangan, selimut, dan pakaian hangat.

musim dingin palestina
Musim dingin di Gaza. (Reuters/Mohammed Salam)

ACTNews, GAZA – Selepas musim panas yang terik berakhir, Desember ini wilayah Palestina akan memasuki musim dingin. Bukan musim yang menyenangkan, sebab permasalahan kemanusian yang membelenggu warga Palestina justru semakin mencekam. Suhu rata-rata di Palestina bisa turun hingga 10 derajat Celcius. Bahkan, bila malam tiba dan musim dingin mencapai puncaknya, suhu bisa menyentuh titik beku hingga 0 derajat.

Di Gaza, banyak warga yang tidak mampu menghangatkan diri karena mereka tidak punya penghangat dan rumah layak. Mayoritas penduduk Gaza adalah warga miskin yang memiliki rumah dengan bangunan ala kadarnya. Beberapa rumah bahkan hanya dibangun dengan papan yang tertutup terpal. Angin musim dingin dapat dengan mudah masuk dan menusuk.

Said Mukaffiy dari tim Global Humanity Response ACT menjelaskan, musim dingin menjadi permasalahan tahunan yang diderita warga Palestina. Banyak perlengkapan yang diperlukan warga Palestina untuk bertahan di musim dingin, seperti penghangat ruangan, selimut, dan pakaian hangat.

"Untuk menghangatkan tubuh,  banyak warga Gaza yang hanya menyalakan api unggun. Selain itu juga mereka kekurangan pakaian hangat. Sebagian keluarga bahkan harus bergantian menggunakannya," ujar Said, Rabu (1/12/2021).

Said menambahkan, kebutuhan makanan pun bertambah ketika musim dingin. Harus ada makanan hangat yang dikonsumsi agar suhu tubuh tetap stabil. Namun, musim dingin sangat menyulitkan warga Palestina untuk mendapat makanan. Banyak pekerjaan yang terhalang ketika musim dingin tiba sehingga mereka tidak mempunyai penghasilan.[]