Musim Hujan, Tantangan Ganda Petugas Pemulasaraan Jenazah Covid-19

Cuaca mulai memasuki musim hujan, petugas pemakaman TPU Jombang pun membeli jas hujan yang mereka kenakan untuk bertugas. Ironinya, bukan untuk melindungi diri dari basah air hujan, tetapi karena mereka kehabisan alat pelindung diri (APD) sebagai salah satu protokol kesehatan dalam pemakaman korban Covid-19.

Petugas TPU Jombang, Tangerang Selatan, memakamkan jenazah korban Covid-19, Rabu (16/9) malam ketika hujan mengguyur wilayah tersebut. (Dokumen istimewa)

ACTNews, TANGERANG SELATAN – Keprihatinan atas jumlah korban Covid-19 yang kian bertambah turut dirasakan petugas pemulasaran jenazah, salah satunya di TPU Jombang. Para petugas makam mulai kehabisan alat pelindung diri (APD), sebagaimana dikatakan Ketua TPU Jombang Tabroni kepada ACTNews, Rabu (16/9).

Sebagai alternatif, ia dan tim pernah membeli jas hujan plastik sebagai ganti darurat APD. “Jas hujan jadi pengganti APD, daripada enggak pakai,” cerita Tabroni.

Jumlah korban yang meningkat diakui Tabroni berpengaruh pada jumlah APD yang dibutuhkan. Pasalnya, APD hanya bisa dikenakan dalam sekali tugas, sedangkan tugas mereka bertambah sering.

Pemakaman korban Covid-19 yang tidak memandang waktu itu kini lebih menantang karena hari mulai memasuki musim hujan. Di satu sisi, Tabroni bersyukur karena ada blok beton yang dibuat jalan di tengah makam sehingga roda ambulans tidak tergelincir. Dengan begitu, ambulans tetap bisa mendekat ke liang. Namun di sisi lain, petugas yang harus berhati-hati karena tanah basah biasanya lebih licin.

“Iya mbak, sekarang makin meningkat (pemakaman). Tenaga pemakaman juga masih dengan jumlah yang sama,” katanya.

April lalu, ACT dan Global Wakaf mendistribusikan 1.000 kilogram beras sebagai bentuk dukungan kepada petugas pemakaman umum Jombang dan warga Kampung Rawa Lele.

Bantuan pangan yang diberikan kepada 24 pekerja makam TPU Jombang dan warga sekitar merupakan dukungan moral masyarakat Indonesia yang diamanahkan melalui Aksi Cepat Tanggap.[]