Musim Kemarau, Kabupaten Semarang Kesulitan Air Bersih

Sebagian besar wilayah Jawa Tengah dinyatakan BMKG berstatus siaga pada musim kemarau ini. Status siaga ditentukan karena prospek peluang curah hujan di wilayah tersebut rendah atau telah mengalami hari tanpa hujan (HTH) lebih dari 31 hari.

ACTNews, KABUPATEN SEMARANG – Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) merilis potensi kekeringan meteorologis di beberapa wilayah di Indonesia. Berdasarkan hasil pemantauan curah hujan hingga tanggal 20 Juni 2019, sebagian besar wilayah Jawa Tengah masuk dalam kategori Siaga.

Wilayah kekeringan di Jawa Tengah melanda tujuh kecamatan di Kabupaten Semarang. Air sumur yang biasa dimanfaatkan warga telah mengering. Mereka pun terpaksa memanfaatkan air sungai untuk kebutuhan mandi dan mencuci. Warga juga harus mengeluarkan biaya tambahan untuk membeli air minum, dilansir dari CNN.

Menanggapi kekeringan di Jawa Tengah, Aksi Cepat Tanggap Jawa Tengah (ACT Jateng) tengah mempersiapkan sejumlah program pasokan air bersih. Kepala Cabang ACT Jateng Sri Suroto mengatakan, ia dan tim akan berusaha merespons cepat krisis air bersih akibat kemarau di Semarang.

“ACT sebagai salah satu lembaga kemanusiaan akan merespons cepat dengan suplai air bersih melalui water tank. Tim program segera gerak cepat memastikan asesmen dan menyampaikan ke publik untuk menggerakkan kepedulian,” terang Suroto, Ahad (29/6).

Menurut Suroto, kekeringan sangat berpengaruh terhadap produk pertanian, ketersediaan pangan, dan kemiskinan. Ia menyatakan, menyuplai kebutuhan air bersih menjadi momen saling membantu. “Air adalah kebutuhan pokok. Dengan cepat semua elemen bahu membahu menolong saudara kita yang terdampak kekeringan,” lanjutnya.

Selain di Jawa Tengah, kekeringan juga diperingatkan terjadi di wilayah selatan ekuator. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) merilis kabar, awal musim kemarau di sebagian besar wilayah Indonesia terjadi pada bulan April 2019 dan diprediksi akan memuncak pada bulan Agustus-September. BNPB pun tengah menyiapkan antisipasi bencana kekeringan dan kebakaran lahan pada kemarau kali ini.[]