Musim Kemarau Tiba, ACT Lampung dan SRC Bangun Sumur Umum

Musim Kemarau Tiba, ACT Lampung dan SRC Bangun Sumur Umum

ACTNews, PRINGSEWU - Lebih kurang tiga bulan yang lalu, kami, Tim ACT Lampung berkunjung ke Kabupaten Pringsewu, daerah yang terkenal dengan keramahan penduduknya. Pergi meninggalkan Kota Bandar Lampung, melintasi jalan berbukit di sepanjang Pringsewu hingga Gading Rejo. Terlihat bangunan megah berbentuk bambu yang menjuntai ke tengah jalan. 

Tugu Pringsewu seakan menyibak keindahan dengan rest area di kanan dan kiri. Hamparan sawah menunjukkan Pringsewu menyimpan potensi pangan yang tak sedikit. Belok ke Jalan KH. Gholib, mobil yang kami tumpangi melewati jalan sempit. Perkebunan kayu Jati menyambut perjalanan kami menuju Desa Sukamulya, Kecamatan Banyumas, Kabupaten Pringsewu.

Setelah dua jam perjalanan, tibalah kami di perempatan jalan yang saat ini sedang berlangsung pembuatan sumur umum. Masyarakat sangat antusias bercerita keluh kesah sulitnya ekonomi. Tanaman kakao yang dahulu menjadi sumber penghasilan harus pupus. Masyarakat tak bisa mengendalikan hama, penghasilan dari kakao pun tinggal separuhnya.

Diskusi demi diskusi menghasilkan sebuah kesimpulan, sumber air menjadi secercah cahaya kehidupan perekonomian warga sekitar. Tak hanya untuk sebatas kebutuhan mandi, cuci dan Kakus (MCK), warga bertekad ingin membudidayakan ikan air tawar. Bahkan warga berniat akan membuat kolam ikan di setiap rumah mereka.

Aksi Cepat Tanggap (ACT) Lampung bersama Sampoerna Retail Community menyambut baik tekad itu dengan membangun Sumur Umum untuk menunjang kebutuhan air di tiga desa sekaligus. Desa itu di antaranya Desa Sukamulya, Desa Banyu Urip, dan Desa Sri Wungu. Ketiga desa yang letaknya berdekatan, sama-sama di Kecamatan Banyumas, Kabupaten Pringsewu.

Sumur Umum di Desa Sukamulya

Peletakan batu pertama pembangunan Sumur Umum di Desa Sukamulya membuat masyarakat merasa lega, Jumat (14/9). Pasalnya memasuki bulan kemarau, masyarakat sering khawatir akan sulitnya mendapatkan air bersih. Satu-satunya akses yang mereka punya hanya sumur yang terletak di musala.

“Kondisi perairan di sini surut dan warnanya keruh terutama di musim kemarau sangat sulit didapat. Kami sangat bangga dan bersyukur dengan adanya pembangunan sumur bor umum ini yang nantinya akan membantu perekonomian warga,” tutur Komariah, warga Sukamulya yang mengikuti peletakan batu pertama.

Pembina Paguyuban Sampoerna Retail Community (SRC) Lampung Rudi Yuliana mengatakan, pembangunan Sumur Umum merupakan serangkaian dari wujud kepedulian SRC. Rudi juga mengungkapkan, salah satu alasan SRC terus bersinergi dengan ACT karena ACT lebih cepat mengetahui daerah mana yang sedang membutuhkan bantuan. ACT juga baik serta profesional dalam menjalankan program-programnya.

“Kami sudah lama menjalin hubungan dengan ACT yang ada di pusat untuk terus bersinergi terhadap pembangunan di desa binaan ACT terutama di Lampung,” tambah Rudi.

Selain memiliki program SRC Bangun Desa, SRC Lampung juga mempunyai program lainnya seperti SRC Bangun Kesehatan, Bangun Ilmu dan Bangun Budaya. Program-program yang nantinya akan menjadi sinergi lanjutan antara SRC dan ACT Lampung.

“Kami akan terus melakukan pembinaan berkelanjutan mengenai bisnis ritel modern sehingga bisnis yang kita jalankan semakin berkembang diikuti juga dengan peningkatan omzet toko SRC tentunya juga melakukan pembinaan seperti ini di desa lain bersama ACT,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Cabang ACT Lampung Yungki Pramono mengucapkan terima kasih kepada Paguyuban SRC yang telah membangun sumur umum untuk daerah binaan ACT. “Kami (ACT) sangat berterima kasih kepada SRC Pringsewu yang telah membangun sumur umum di desa binaan kami dan kami berharap akan ada sinergi program yang berkelanjutan bersama dengan ACT,” ucap Yungki. []

Tag

Belum ada tag sama sekali