Muslim Uighur Nikmati Daging Kurban

Menjalani kehidupan yang penuh tantangan dan keterbatasan harus dirasakan muslim Uighur yang mengungsi di Kayseri, Turki. Pada Iduladha 2020 lalu, Global Qurban-ACT berikhtiar menghadirkan yang terbaik untuk mereka.

Tim Global Qurban-ACT memberikan daging kurban ke salah satu perwakilan pengungsi Uighur di Kayseri, Turki. (ACTNews)

ACTNews, KAYSERIMenjalani kehidupan yang penuh tantangan dan keterbatasan harus dirasakan muslim Uighur yang mengungsi di Kayseri, Turki. Banyak muslim Uighur mencari suaka ke Turki, karena tak sanggup lagi menahan kekerasan yang terjadi di tempat asal mereka, Xinjiang.

Di tempat mereka melarikan diri, minim bahan pangan dan kebutuhan pokok, menjadikan muslim Uighur di Kayseri harus berjuang lebih. Terlebih dengan status mereka sebagai pengungsi, menyulitkan dalam memperoleh akses sewa tempat tinggal, pendidikan yang layak, dan lapangan pekerjaan.

"Identitas sebagai pengungsi menjadi penghalang besar untuk hidup di Turki. Di tengah keterbatasan yang ada, mereka selalu tetap optimis menjalani kehidupan yang berat. Insyaallah kita selalu berikhtiar membantu muslim Uighur," ungkap Firdaus Guritno, dari tim Global Qurban-ACT, Rabu (30/6/2021).

berikhtiar meringankan kesulitan yang dialami pengungsi Uighur dengan menyalurkan hewan kurban untuk mereka.

"Momentum Iduladha kami jadikan wadah untuk bersyukur dan berbagi kepada saudara-saudara muslim kita pengungsi Uighur," pungkas Firdaus.

Di tahun 2021 ini, Global Qurban-ACT akan kembali menargetkan distribusi hewan kurban ke pengungsi Uighur. Selain itu, negara yang tengah dirundung konflik dan penjajahan serta negara dengan kemiskinan juga enjadi target distribusi.[]