Nafkahi Keluarga, Nenek Ponisih Tangguh Bertani di Usia Sepuh

Di umurnya yang menginjak 74 tahun, Ponisih masih kuat untuk memenuhi kebutuhan hidupnya dari meladang. Sambil bekerja memenuhi kebutuhan hidup dari sawah, Ponisih juga merawat suaminya yang sudah tak bekerja lagi lantaran sakit.

Ponisih menerima Wakaf Modal Usaha Mikro dari Tim Global Wakaf - ACT. (ACTNews)

ACTNews, DELI SERDANG – Hanya selisih 3 bulan pasca kemerdekaan Indonesia, Ponisih lahir. Nenek tersebut kini seumur dengan negara Indonesia saat ini, 75 tahun. Namun gerakannya masih sigap dan cekatan sekalipun dapat disebut sudah sepuh. Ia bahkan masih semangat menyiangi rumput di salah satu bedengan di sawahnya ketika ditemui di rumahnya di wilayah Desa Hamparan Perak, Kabupaten Deli Serdang, Sumatra Utara, pada Ahad (8/9) silam.

Kerja keras terus dilakoninya. Apalagi sudah lebih empat tahun berlalu semenjak suaminya tidak bisa menjadi penopang ekonomi rumah tangga akibat sakit yang dideritanya. “Kata dokter sakit jantung,” singkat Ponisih menerangkan penyakit yang suaminya.

Jadilah Nenek Ponisih yang kini mengurus sawah. “Walau sebagian sekarang harus diupahkan mengerjakan di sawah, tapi ya tetap harus tetap turun juga ke sawah biar tambah cepat siapnya,” ia menjelaskan. Anak-anaknya sekarang memang sudah dewasa, dan rata-rata bekerja sebagai buruh pabrik dan bangunan. Tetapi bukan berarti Nenek Ponisih enggan menggantungkan kebutuhan hidupnya kepada anak-anaknya.


Musibah melanda sawahnya pada awal September lalu. Hanya 2 rante (1 rante = 14 meter persegi) Ponisih yang masih selamat dari rendaman banjir tersebut. Namun karena hanya sedikit sawah yang berpadi, berdampak kepada serangan hama burung jadi luar biasa lebih banyak. Maka selain perlu modal tanam, Ponisih juga perlu jaring untuk menahan kawanan burung ini agar tak merusak lahannya.

Di tengah kesulitan itu, kemudahan datang kepadanya melalui Global Wakaf – ACT. Lewat Wakaf Modal Usaha Mikro, harapannya Ponisih bisa memulihkan lagi lahannya yang terdampak bencana. “Mudah-mudahan amanah para dermawan ini dapat meringankan kesulitan yang kini tengah dialami oleh Nenek Ponisih,” ujar Sakti Wibowo dari Tim Program ACT Sumatra Utara.

Selain Ponisih, 17 keluarga lain juga menerima manfaat dari program ini. Harapan Sakti juga, para dermawan dapat berpartisipasi dalam program ini. “Tentu kami berharap ke depannya manfaat program ini dapat meluas. Oleh karenanya, kami mohon dukungan dari para dermawan agar keberlanjutan program ini dapat terjaga ke depannya,” ajak Sakti. []