Nasib Prasejahtera Petani: Kesulitan Modal hingga Harga Panen Anjlok

Mulai dari kesulitan modal, harga panen yang anjlok, hingga bantuan yang tidak sejalan kerap menjadi permasalahan yang merudung petani. Kenyataan itu membuat generasi muda enggan menjadi petani.

Kusno, tengah mengumpulkan daun ubi untuk pakan ternak
Kusno, buruh tani di Desa Selotapak, Kecamatan Trawas, Kabupaten Mojokerto. (ACTNews/Gina Mardani)

ACTNews, MOJOKERTO – Pengalaman menceritakan banyak hal ke Kusno (48), buruh tani di Desa Selotapak, Kecamatan Trawas, Kabupaten Mojokerto. Awal Februari lalu, usai memarkir Supra tahun 70-annya, Kusno langsung memangkas daun-daun ubi yang usai dipanen milik kepala desa setempat.

Awal Februari lalu, ketika harga panen ubi anjlok, ACTNews mengunjungi dan berbincang ke sejumlah petani dan buruh tani di Mojokerto. Dari Kusno ACTNews banyak memperoleh informasi terkait perjuangan petani dan buruh tani. Kelompok terdepan produksi pangan bangsa itu bahkan kerap merugi jika hasil panen tidak sesuai, belum lagi mereka harus berutang. Pilihan berutang kepada rentenir kerap dipilih beberapa petani karena tidak paham mendapatkan pinjaman dari kredit usaha rakyat.

Nasib tidak menentu dan jauh dari kata sejahtera, diakui Kusno, membuat generasi muda jarang ada yang mau bertani. Kusno pun memiliki dua anak yang duduk di SMP dan SMA. Ia berharap anak-anaknya bisa bersekolah tinggi. “Kalau bisa jangan bertani lagi. Petani hancur ini. Harga ketela yang biasa Rp2.500 jadi Rp400,” spontan Kusno soal harapan kepada anak-anaknya.

Selain Kusno, ada juga Sutrisno (45). Sebagai buruh tani, ia sudah di ladang sejak pukul setengah tujuh pagi. Menurut pandangan Sutrisno, pandemi corona membuat harga ubi jatuh. Jika tahun lalu petani bisa memperoleh hingga Rp16 juta, tahun ini sekitar tiga kali lebih rendah, itu pun ada biaya tanam dan pengelolaan selama lima bulan. “Sekarang enggak ada pemasukannya, jadi buruh (tani) lagi,” katanya. Dalam setiap ikhtiarnya ia pun berharap nasib petani bisa lebih baik, pupuk murah, harga jual naik.[]