Nek Yuliati Pantang Menyerah Cari Nafkah Demi Sang Kakak

Kendati telah memasuki usia senja, nyatanya Yuliati (68) masih harus bekerja mencari nafkah. Selain mencukupi kebutuhan hidupnya, ia juga harus merawat sang kakak, Norhayati (71) yang terbaring sakit.

Nenek Yuliati (kiri) bersama kakaknya, Nenek Norhayati (kanan) yang hanya bisa terbaring. (ACTNews/Muhammad Riadi)

ACTNews, BANJARMASIN – Yuliati (68) melambaikan tangan dan melemparkan senyum saat Tim Mobile Social Rescue - ACT Kalimantan Selatan mengunjungi kediamannya di Jalan Niaga Utara, Kelurahan Kertak Baru Ilir, Banjarmasin, Kamis (10/12) siang. “Alhamdulillah, datang lagi anak-anak saya ini. Kakak saya rindu sekali, sudah lama tidak datang,” kata nenek yang bekerja sebagai juru parkir dan pedagang bensin eceran itu.

Kakak yang dimaksud Yuliati adalah Norhayati (71), yang sudah empat tahun terbaring di rumah. Yuliati merawat sang kakak dengan sabar, di rumah mereka yang jauh dari kata layak.

Tim MSR-ACT Kalimantan Selatan bermaksud menyampaikan kabar pendampingan pengobatan untuk Norhayati, sebagai adik, Yuliati pun menyambut kabar itu dengan sangat haru. Ia tidak berhenti mengucapkan syukur sembari memegang erat tangan Tim MSR-ACT Kalimantan Selatan.

“Alhamdulillah, terima kasih atas bantuannya. Saya tidak pernah berhenti mengucapkan rasa syukur. Allah akan memudahkan jalan kamu, lancar dalam menjalankan tugas dan tanggung jawab kamu. (Karena) Allah yang memberi rezeki,” tutur Yuliati. Ia optimis, pengobatan sang kakak akan berjalan lancar.

Sementara itu, Kepala Cabang ACT Kalimantan Selatan Zainal Arifin juga amat salut dengan keteguhan hati Yuliati. Ia berharap, banyak orang yang dapat mencontoh jiwa bersyukur dan pantang menyerah Yuliati.

“Sudah selayaknya Nek Yuliati dan Norhayati mendapat perhatian dari kita semua. Selain mendoakan kesembuhan Nenek Norhayati, mari kita sisihkan sebagian rezeki untuk mereka agar mendapatkan penghidupan yang layak,” ajak Zainal.[]