Nenek Jamaah: Penjual Telur Asin Usia 90 Tahun Tetap Semangat Bekerja dan Bersedekah

Ia bertekad setiap rezeki yang didapatkan, akan dibagikan kepada keluarga dan juga orang-orang sekitarnya yang membutuhkan. “Berapapun yang nenek dapat, pasti nenek bagi ke orang-orang. Ini kan cuma titipan dari Allah,” katanya.

Nenek Jamaah
Nenek Jamaah (90). (ACTNews/Feby Larasati)

ACTNews, TANGERANG SELATAN – Di sekitar Jl. Pondok Betung Jaya, Tangerang Selatan, tim Aksi Cepat Tanggap bertemu dengan seorang nenek yang mendorong gerobak berisi telur asin. Jamaah (90) namanya. Berjalan dengan tubuh membungkuk, ia menjajakan dagangannya setiap hari. Harga telur asin yang ia jual dipatok Rp4.000 per butir dengan keuntungan hanya sebesar Rp500/butirnya.

Mulanya, nenek Jamaah tinggal di sebuah rumah kontrakan. Namun, karena tidak mampu membayar kontrakan ia diberikan tempat tinggal oleh seorang tukang kayu,  gudang kecil yang disulap menjadi kamar. Sebagai gantinya, Ia diberikan tugas untuk merawat kebun dan menjaga parkiran mobil di halaman rumah tersebut.

Nenek Jamaah memutuskan untuk tinggal jauh dari ke-10 anaknya karena tidak ingin membebani kehidupan mereka yang sudah berumah tangga. “Nenek mah enggak pernah dikasih apa-apa sama anak-anak, waktu lebaran pun nenek enggak pernah dikasih apa-apa, uang sepeser pun enggak,” ucap Jamaah yang tidak sengaja meneteskan air mata saat menceritakan hal tersebut. 

Meskipun telah sepuh dan berbadan ringkih, semangat Jamaah tidak luntur dalam bekerja. Ia terus berbagi kepada sesama. Ia bertekad setiap rezeki yang didapatkan, akan dibagikan kepada keluarga dan juga orang-orang sekitarnya yang membutuhkan.

“Berapapun yang nenek dapat, pasti nenek bagi ke orang-orang. Ini kan cuma titipan dari Allah, dulu ada yang bantu nenek, ngasih Rp3 juta rupiah, langsung nenek bagikan ke tetangga dan orang-orang yang nenek kenal,” ungkapnya.

Saat berkunjung ke tempat tinggalnya, tempat tersebut terlihat sangat jauh dari kata layak. Gudang tersebut berukuran 3x3 meter persegi, beratap asbes dan tembok yang tidak tertutup penuh. Sehingga, pada siang hari terasa sangat panas dan malam hari sangat dingin. Tidak ada kata mengeluh dalam dirinya. Dari semanngat Nenek Jamaah, sudahkah kita belajar?[]