Nestapa Pengungsi Yaman, Dilempar ke Laut Saat Cari Kehidupan yang Lebih Baik

Mahgdi Kalla dan keluarganya ditangkap saat berusaha pergi keluar Yaman untuk mencari kehidupan yang lebih baik. Ironis, ia justru dilempar ke laut oleh unit yang menangkapnya.

pengungsi yaman dilempar ke laut
Ilustrasi. Pengungsi Yaman dilempar ke laut saat berusaha melarikan diri dari Yaman. (Dok. AFP)

ACTNews, YAMAN – Imbas konflik, Yaman merubah menjadi salah satu negara dengan krisis kemanusiaan terparah di dunia. Jutaan warga menjadi pengungsi di negaranya sendiri. Tidak memiliki kehidupan yang layak, banyak pengungsi Yaman mencoba melarikan diri ke negara lain dengan harapan memulai hidup baru ang lebih baik.

Upaya tersebut ternyata tidak selalu berhasil. Seperti kisah yang dibagikan salah satu pengungsi, Mahgdi Kalla.

Pada Desember 2021 lalu, Kalla bersama keluarganya coba menyeberang ke Eropa melalui jalur laut Yunani. Menggunakan perahu karet, Kalla bersama keluarga dan pengungsi Yaman lainnya mengarungi laut Mediterania.

Namun, para pengungsi tertangkap oleh unit penjaga pantai di sana. Begitu tertangkap, Kalla menceritakan bahwa tentara mengambil uang milik pengungsi. Tentara juga turut menyita [onsel pengungsi.

Beberapa pengungsi dipisahkan dari keluarganya. Kalla, termasuk di antaranya. Ia diborgol bersama tiga pengungsi lain, dan ditempatkan di sebuah perahu kecil.

"Setelah 20 menit berlayar, mereka melepaskan borgol kami. Saat itu kami memiliki jaket pelampung berukuran anak-anak yang tidak muat pada kami. Tiba-tiba tentara melemparkan kami ke dalam air. Padahal kami telah memberi tahu tentara tersebut bahwa kami tidak bisa berenang. Mereka melemparkan kami ke laut dan pergi," cerita Kalla.

Beruntung bagi Kalla, pelampung kecil yang ia bawa membuat ia tetap mengapung. Ia pun akhirnya bisa selamat dan kembali ke Yaman bersama keluarganya.

Saat ini kondisi Yaman kian memprihatinkan imbas intensitas konflik yang meningkat dalam beberapa bulan terakhir. Kantor PBB untuk Koordinasi Urusan Kemanusiaan (OCHA) mengumumkan bahwa telah mengurangi volume bantuan makanan untuk jutaan warga Yaman. Imbasnya, angka kerawanan pangan Yaman diperkirakan akan bertambah jutaan kasus pada 2022 ini.[]