Ngobrol Kemanusiaan di Hari Kopi Internasional

Ngobrol Kemanusiaan di Hari Kopi Internasional

Ngobrol Kemanusiaan di Hari Kopi Internasional' photo

ACTNews, BANDAR LAMPUNG - Bagi sebagian besar penikmat kopi, Hari Kopi Internasional yang jatuh pada 1 Oktober tentu akrab di telinga. Beragam aktivitas dilakukan oleh penikmat hingga pecinta kopi untuk menyambut hari tersebut.

Kilas balik di Hari Kopi Internasional lalu, Kedai Kopi Alam Coffee and Roastery di Lampung memiliki konsep humanis dalam merayakan hari tersebut. Kedai ini mengajak anak muda penikmat kopi di Lampung bergabung di acara Ngobrol Kemanusiaan tepat di Hari Kopi Internasional.

Ngobrol kemanusiaan bertema "Coffee and Humanity: Lampung bersama Palu-Donggala" ini mendapat sambutan positif dari puluhan peserta yang hadir. Rasa duka disampaikan Ryan, penikmat kopi yang ikut menonton video detik-detik gempa dan tsunami di Palu dan Donggala.

 

Dirinya sangat sedih melihat penderitaan saudara sebangsa di Palu dan Donggala. Ryan mengungkapkan, banyak anak muda yang ingin membantu namun bingung untuk penyaluranya.  

Ia juga mengajak semua anak muda untuk menyisihkan sebagian harta untuk membantu saudara di Palu dan Donggala. "Ayo nggak ngerokok sebungkus buat bantu saudara di Palu dan Donggala, aku cinta Indonesia," seru Ryan.

Pemilik Kedai Kopi Alam Fiska Jalasenastri mengaku tertarik menghadirkan konsep yang berbeda dalam memperingati Hari Kopi Internasional tahun ini. Fiska ingin menyatukan kopi dan obrolan tentang kemanusiaan yang disampaikan tim ACT Lampung.

 

Menurutnya, saat ini masih banyak anak muda yang kurang peka terhadap isu-isu kemanusiaan yang ada. Oleh karena itu, Fiska bersama Pendiri Kopi Alam Didiet memberikan ruang untuk edukasi tentang kemanusiaan, terlebih sebelumnya gempa bumi dan tsunami menghantam Palu, Sigi, dan Donggala.

"Kita kasih tempat kumpul untuk memahami isu kemanusiaan. Harapannya anak muda punya rasa kemanusiaan yang tinggi," tutup Fiska. []

Bagikan