Niat Cari Keberkahan, Antarkan Usaha Amel Berkembang

Amelia Rachmat pertama kali merintis usaha makanan ketika suaminya memutuskan untuk berhenti dari bank. Berawal dari niat mencari rezeki halal dan berkah, usaha itu justru semakin berkembang sekarang.

bantuan umkm
Amel membuat merk dagang Dapur Bi Mels yang kini menjual beragam camilan dan kue. (ACTNews)

ACTNews, JAKARTA – Amelia Rachmat hanya ingin membekali camilan untuk anaknya, ketika si anak mulai bersekolah pada tahun 2013 lalu. Di kotak makan, ia buat risol isi mayones, dan pizza mini. Banyak yang kemudian tertarik dengan masakan buatan Amel. Dari sana ia mulai mendapatkan pesanan, tetapi Amel mengaku tak ambil banyak untung saat itu. Ia hanya senang ketika anak-anak lain dapat menikmati masakannya.

“Jadi ada pesanan untuk acara perpisahan sekolah, tapi tetap dengan harga berkah,” kata Amel sembari tertawa.

Amel mulai serius merintis usaha di tahun 2017, saat suaminya memutuskan untuk berhenti dari bank konvensional. Langkah itu diikuti oleh adiknya yang bekerja di tempat yang sama. Saat itu Amel benar-benar terkejut karena semuanya serba tiba-tiba.

“Kaget juga sih, shock. Tapi itu mungkin menjawab doa saya selama ini: Ya Allah, berikan saya rezeki yang halal dan berkah. Akhirnya karena suami sudah di rumah, saya explore bakat baking saya, belajar ke mana-mana, ikut pendampingan juga,” cerita Amel kepada Tim Global Wakaf-ACT pada Senin (20/9/2021) kemarin.


Mulailah Amel berjualan secara daring, sekaligus berjualan di sekolah. Usaha itu ia beri nama Dapur Bi Mels. Berbagai camilan ia buat, di antaranya kue bolen, pizza, sampai bencok betawi. Menjelang hari raya, ia juga melengkapi jualannya dengan kue-kue kering. Bagi Amel, pendampingan usaha adalah hal penting agar para pelaku usaha bisa mendapat banyak ilmu dan pengalaman, terutama dari rekan pengusaha lain.

Tetapi, perjalanan usaha Amel mulus-mulus belaka. Banyak kesulitan yang dialami Amel terutama saat adanya pandemi. Pejualannya menurun dan ia mengaku sulit bergerak saat itu.

Salah satu yang menjadi pendorong usahanya kembali berjalan adalah saat ia bertemu dengan Global Wakaf-ACT melalui program Wakaf UMKM di awal tahun 2020 lalu. Ia mengaku bahwa apa yang diajarkan melalui pendampingan program tersebut tidak hanya bisnis, tetapi juga wawasan spiritual bagaimana seharusnya ia ‘berbisnis dengan Allah’.

“Melalui pendampingan ini, saya mendapatkan support system yang luar biasa. Sehinga saya bisa melewati proses masa sulit itu. Meskipun ujian itu tetap ada, tetapi paling tidak ujian itu membuat kita naik kelas. Bukan untuk lari dari ujian itu, tapi kita mencari solusi. Akhirnya bagi saya, hidup itu banyak solusi, bukan depresi. Dan menginspirasi,” tutur Amel.

Kini bisnis Amel sudah mulai stabil. Ia sempat mencapai keuntungan Rp15 juta hingga Rp20 juta dalam satu bulan. Ia berharap para pelaku UMKM lain pun, untuk tak takut gagal ketika memulai usaha. “Selalu optimis, insyaallah menjadi berkah. Rezeki itu sudah jaminan Allah. Dan jangan pelit untuk berbagi ilmu, apapun yang kita punya,” pesan Amel. []