Nikmat Air Bersih di Tengah Keringnya Sumur Warga Garut

Akibat kekeringan, sumur-sumur warga Garut tak lagi mengeluarkan air. ACT Jabar pun mengirimkan bantuan air bersih untuk lebih dari 500 jiwa yang terdampak kekeringan.

Nikmat Air Bersih di Tengah Keringnya Sumur Warga Garut' photo

ACTNews, GARUT  Jawa Barat turut terkena dampak Kekeringan di kemarau tahun 2019 ini. Dampak kekeringan ini terlihat di sejumlah wilayah, salah satunya Kabupaten Garut. Warga di Kampung Pasir Junti, Desa Cibatu, Sukawening, yang biasa memanfaatkan air sumur, kini mulai kesulitan. Pasalnya, sumur warga telah kering.

Sehari-hari warga Pasir Junti memanfaatkan sumur sebagai sumber air utama. Namun, absennya hujan dalam beberapa bulan terakhir membuat sumber air utama mereka mengalami nihil.

Adi Nugraha dari Tim Program ACT Jawa Barat (Jabar) menyebut, kedalaman sumur warga berada di angka 13-18 meter ke bawah tanah. Kedalaman ini memungkinkan untuk mendapatkan air bersih. Akan tetapi di awal musim kemarau ini air tak lagi mengalir. “Kini warga kesulitan mendapatkan air bersih,” jelasnya, Jumat (11/7).

Warga mengusahakan agar sumur tetap dapat mengeluarkan air. Adi menambahkan, sumur yang sudah ada, warga bor hingga kedalaman 33 meter, tapi tak juga mendapatkan air bersih.

Melihat keadaan sumur yang tak kunjung mengeluarkan air, warga terpaksa berjalan jauh ke sungai sebagai pemenuhan kebutuhan air sehari-hari. Sungai Cimanuk, yang berada lebih kurang 1 kilometer dari permukiman warga, dijadikan sumber air selama kemarau ini. “Kalau enggak ke sungai, ya warga biasanya menumpang ke rumah kerabat yang memiliki akses dari perusahaan daerah air minum,” tambah Adi.


Merespons keadaan itu, ACT Jabar pada Jumat (12/7) kemarin mengirimkan air bersih bagi warga Kampung Pasir Junti. Lima ribu liter air bersih dikirimkan menggunakan truk tangki. Ada 548 jiwa yang menikmati bantuan air bersih ini.

Asep, warga Kampung Pasir Junti, mengaku sangat terbantu dengan adanya bantuan air tersebut. Setidaknya dalam beberapa lama ke depan warga tak perlu ke Sungai Cimanuk untuk mengambil air. “Saluran PDAM sejak tahun 2010 tak mengalir sampai kampung ini. Alasannya belum ada pipa yang menyambung hingga kampung. Sehingga, kalau kemarau seperti ini kami cuma mengandalkan sungai atau meminta air bersih,” ungkap Asep.

Di Jawa Barat, ACT sudah mendistribusikan air bersih sejak awal Juli. Titik-titik terdampak kekeringan didistribusikan air. Sebelumnya di Sukabumi serta Tasikmalaya ratusan warganya telah mendapatkan pasokan air bersih. []

Bagikan