Nikmat Air Bersih Setelah Belasan Tahun Tanpa Sumber Air

Sejak 17 tahun silam dibangun, Madrasah Tsanawiyah (MTs) Nurul Yaqin tidak memiliki sumber air dan MCK. Kondisi ini deperpuruk dengan kekeringan yang kerap terjadi di Desa Sukatenang, Kecamatan Sukawangi, Kabupaten Bekasi. Global Wakaf - ACT berikhtiar menuntaskan masalah ini dengan membangun satu unit Sumur Wakaf dan MCK di sana.

Tidak hanya digunakan oleh para murid dan guru, kehadiran Sumur Wakaf dan MCK di sekolah MTs Nurul Yaqin, Desa Sukatenang, Kecamatan Sukawangi, Kabupaten Bekasi juga bisa dimanfaatkan oleh warga sekitar yang kesulitan air bersih untuk berwudu dan memenuhi kebutuhan lainnya. (ACTNews/Fhirlian Rizqi)

ACTNews, KABUPATEN BEKASI – Di tengah kasus Covid-19 di Kabupaten Bekasi yang mengalami tren peningkatan, bencana kekeringan jadi kasus lain yang terus menghantui warga di sejumlah wilayah, tidak terkecuali di Desa Sukatenang, Kecamatan Sukawangi. Warga setempat sangat hafal, pertengahan tahun merupakan momen di mana mereka menghadapi musim kemarau. Dampaknya pun tidak main-main, sebagian besar warga kesulitan mendapat air bersih untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Selain warga, krisis air bersih juga dialami oleh Madrasah Tsanawiyah (MTs) Nurul Yaqin yang terletak di desa tersebut. Selain karena akibat kekeringan, krisis air di sekolah juga disebabkan karena tidak adanya sumber air dan MCK sejak pertama kali didirikan 17 tahun silam.

Kepala Sekolah MTs Nurul Yaqin Syeh Roji mengungkapkan, setiap hari saat belum adanya MCK dan sumber air di sekolah, para siswa dan guru harus menumpang di kamar mandi masjid dekat sekolah. “Dari pertama kali berdiri memang belum ada MCK yang memadai, Alhamdulillahnya ada masjid di sebelah sekolah, jadi murid sama guru numpang di sana. Selain siswa dan guru, warga sekitar sekolah dan masjid juga pada numpang di masjid itu,” ujar Roji kepada ACT News, Jumat (4/9) lalu.

Roji pun bersyukur setelah belasan tahun merasakan sulitnya mengakses air bersih, kini 300 murid dan 20 guru dapat bernafas lega dengan kehadiran Sumur Wakaf dan MCK dari para wakif yang menunaikan wakafnya melalui Global Wakaf – ACT. Berkah kehadiran sumur wakaf dan MCK juga diakui Roji tidak hanya dirasakan oleh para warga sekolah. Bahkan, masyarakat sekitar sekolah yang berjumlah kurang lebih 20 Kepala Keluarga (KK) bisa memanfaatkan Sumur Wakaf dan MCK tersebut.


Proses pembangunan Sumur Wakaf MTs Nurul Yaqin. (ACTNews/Fhirlian Rizqi)

“Alhamdulillah, selain murid dan guru, warga sekitar juga bisa pakai sumur ini. Saya atas nama sekolah dan warga di sini mengucapkan terima kasih banyak buat Global Wakaf – ACT atas pembangunan sumur wakaf ini,” tuturnya.


Matinya Kali Bekasi

Sementara itu, tokoh masyarakat setempat Agus Suharyadi menjelaskan, wilayah Sukatenang, Kecamatan Sukawangi tersebut merupakan wilayah langganan kekeringan. Kondisi ini disebabkan oleh matinya Kali Bekasi yang pernah melintas di wilayah tersebut yang terakhir aktif mengaliri pada tahun 1981.

“Untuk kekeringan memang langganan setiap tahun karena masuk area atau lintasan Kali Bekasi yang telah mati selama kurang lebih 39 tahun. Jadi wilayah ini termasuk yang paling rawan kekeringan,” ungkap Agus.


Agus mengatakan, salah satu cara efektif yang bisa menyelesaikan masalah krisis air bersih di wilayah setempat adalah dengan membangun sumur jenis artesis. Sumur artesis merupakan sumur bor yang kedalamannya di atas 100 meter. “Jadi sumur artesis ini salah satu pemecah masalah kekeringan wilayah Desa Sukatenang, yang salah satunya adalah di kampung Kalengkancil ini,” tutur Agus.

Sumur Wakaf di wilayah tersebut merupakan sumur yang ke-35, dan pembangunan Sumur Wakaf di daerah Bekasi dan sekitarnya akan terus berlanjut. “Global Wakaf – ACT terus berikhtiar menambah sumur wakaf di Bekasi guna menyelesaikan masalah krisis air bersih. Insyaallah, aliran air yang mengalir lewat sumur tersebut akan jadi solusi bagi mereka yang membutuhkan, seiring hal tersebut, Sahabat dermawan yang menunaikan wakaf insyaallah juga mendapat aliran pahala. Mari tunaikan wakaf melalui laman Indonesia Dermawan atau bisa melalui transfer ke rekening BNI Syariah # 8660291020020124 atas nama Aksi Cepat Tanggap,” ajak Kepala Cabang Global Wakaf - ACT Bekasi Ishaq Maulana []