Nikmat Pangan yang Disyukuri Pengungsi Rohingya Selama Pandemi

Paket pangan dan makanan siap santap menjadi nikmat yang amat mereka syukuri di tengah segala keterbatasan mereka sebagai pengungsi. Terlebih lagi saat ini tengah pandemi, yang mana makin memperpuruk kondisi pengungsi Rohingya di Cox's Bazar, Bangladesh.

Nikmat Pangan yang Disyukuri Pengungsi Rohingya Selama Pandemi' photo
Pengungsi Rohingya berbaris menerima bantuan paket pangan dari Aksi Cepat Tanggap. (ACTNews)

ACTNews, COX’S BAZAAR – Pada siang hari, di tanah lapang terlihat ratusan pengungsi Rohingya di Bangladesh berbaris rapi, mulai dari anak-anak hingga orang dewasa. Paket pangan dari para dermawan Indonesia menarik perhatian mereka kala itu. Dalam antusiasmenya, mereka tetap menjaga jarak satu sama lain demi mencegah penularan virus corona yang kian mewabah. 

Paket pangan tersebut didistribusikan pada pertengahan Mei untuk 150 keluarga atau 800 jiwa pengungsi Rohingya di Cox's Bazar, Bangladesh. Selain paket pangan, makanan siap santap juga diberikan kepada ratusan pengungsi kala itu.

“Kami memberikan bantuan makanan siap santap kepada 435 jiwa pengungsi. Alhamdulillah, paket pangan ini menjadi nikmat yang amat mereka syukuri di tengah segala keterbatasan mereka sebagai pengungsi. Terlebih lagi saat ini tengah pandemi, yang mana makin memperpuruk kondisi mereka di sana,” ucap Firdaus Guritno dari Global Humanity Responses (GHR) – ACT.

Pangan, sanitasi, dan kesehatan menjadi kebutuhan utama pengungsi Rohingya di masa pandemi ini. Dikutip dari Deutsche Welle (DW.com), sekitar 15.000 pengungsi Rohingya di karantina di kamp-kamp pengungsian di Bangladesh. Per tanggal 25 Mei lalu, jumlah kasus infeksi virus corona yang terkonfirmasi meningkat menjadi 29 kasus. Menanggapi hal itu, sejumlah organisasi kemanusiaan pun mengimbau agar masyarakat dunia turut membantu pengungsi Rohingya dengan fasilitas kesehatan dan makanan bergizi.[]


Bagikan