Nikmatnya Iftar dari Indonesia Turut Dirasakan Pengungsi Suriah di Lebanon

ACT membagikan ribuan paket iftar untuk pengungsi Suriah di Lembah Bekaa dan Beirut, Lebanon.

Nikmatnya Iftar dari Indonesia Turut Dirasakan Pengungsi Suriah di Lebanon' photo

ACTNews, BEKAA - Sebuah lembah bernama Bekaa, kini menjadi lokasi pengungsian terbesar di Lebanon. Mereka yang memadati lembah Bekaa antara lain pengungsi Suriah, yang semakin hari semakin meningkat jumlahnya. Menurut Komisioner Tinggi PBB untuk Pengungsi, sudah ada 351.872 pengungsi Suriah yang masuk ke Lebanon dan menetap di Lembah Bekaa sejak 2018 lalu.


Belum lagi, para pengungsi Suriah yang tersebar di Beirut, ibu kota Lebanon, yang jumlahnya bisa mencapai ribuan. Sejauh ratusan kilometer menempuh perjalanan dari tempat tinggalnya di Suriah, mereka bertahan di pengungsian demi merasakan kehidupan yang lebih baik. Mereka terusir paksa akibat konflik berkepanjangan yang bisa membuat mereka menjadi korban, kapan saja tanpa ampun.


Namun, hidup di Lebanon sebagai pengungsi tak juga mudah. Fakta menyebutkan, sebagian besar pengungsi Suriah hingga sekarang hidup dalam keterbatasan, bahkan di bawah garis kemiskinan. Mereka hanya mengandalkan bantuan kemanusiaan. Terlebih selama bulan Ramadan, banyak kebutuhan yang mereka perlukan untuk memenuhi sahur dan berbuka puasa.


Pada pertengahan Ramadan kemarin, Rabu (21/5) dan Kamis (22/5), Aksi Cepat Tanggap bersama relawan lokal di Lebanon pun berikhtiar untuk memenuhi kebutuhan para pengungsi Suriah. Lewat kegiatan iftar bersama, ACT telah membagikan ribuan paket makanan siap santap untuk mereka yang mengungsi di Lembah Bekaa dan Beirut, Lebanon.




Andi Noor Faradiba dari tim Global Humanity Response (GHR) - ACT menjelaskan, kegiatan iftar bersama yang berlangsung selama dua hari berturut-turut itu menyasar para pengungsi di dua lokasi sekaligus. Setiap harinya, makanan siap santap yang terdiri dari nasi kebuli, roti, sayuran, buah, kurma, dan air mineral disiapkan di Dapur Umum Indonesia, lalu dibagikan kepada para pengungsi.


"Per hari, relawan lokal ACT di Lebanon memberikan makanan siap santap kepada 400 pengungsi di setiap tempat. Sehingga, kalau dijumlahkan secara keseluruhan, ACT telah menjangkau sebanyak 1.600 pengungsi Suriah di Bekaa dan Beirut," papar Faradiba, Senin (27/5).


Kegiatan iftar bersama yang digelar ACT menjadi upaya membersamai para pengungsi Suriah. Tak hanya yang berada di Lebanon, mereka yang mengungsi di Turki pun mendapatkan layanan yang sama. Setiap hari, ACT terus berupaya membersamai kaum muslim yang membutuhkan uluran tangan, terutama pada bulan Ramadan. []

Bagikan