Niko, Relawan Cilik yang Berjualan Kerupuk Demi Punya Rumah Sendiri

Masih duduk di bangku kelas lima SD tak menghalangi Niko untuk berjuang demi memiliki rumah sendiri. Orang tua yang hampir pernah diusir dari rumah sewa menjadi alasan besar Niko bekerja.

niko penjual kerupuk
Niko saat berjualan kerupuk dengan cara keliling dengan sepeda. (ACTNews)

ACTNews, PEKALONGAN Panas terik matahari tak menghalangi aksi yang dilakukan relawan dan Aksi Cepat Tanggap (ACT) Pekalongan untuk berbagi kebaikan. Awal September lalu, ada ratusan makanan siap santap yang dibagikan di depan Masjid Walisongo, Kota Pekalongan. Target penerima manfaatnya ialah jemaah, pekerja harian serta warga prasejahtera di sekitar.

Namun, ada yang istimewa di hari itu. Ialah kehadiran relawan cilik. Niko namanya. Dengan tangan mungil, ia ikut berbagi. Bocah itu tenggelam dalam aksi kebaikan bersama relawan lain.

 “Biar dapat banyak pahala,” ungkapnya ketika ditanya alasan ikut dalam aksi ACT.

Maya, penggiat Komunitas Kampung Berbagi, yang kala itu berkolaborasi dengan ACT Pekalongan menuturkan, Niko kerap kali membantunya menyiapkan puluhan makanan gratis setiap kali komunitasnya menggelar kegiatan. Niko pun dikenal sebagai sosok bocah yang pekerja keras. Meski baru duduk di bangku kelas lima SD, ia rela berjuang menjemput rezeki.

Niko sebenarnya seorang bocah penjual kerupuk di Pekalongan. Menggunakan sepeda, ia menjajakan dagangannya. Pekerjaan tersebut dilakoni Niko selepas waktu sekolah dan mengaji dan akan berakhir kala magrib datang.


Walau ia harus bekerja demi mewujudkan cita-cita, Niko tetap bersekolah. Ia memiliki semangat yang besar dalam belajar dan aktif di dalam kelas. (ACTNews)

Niko memang berasal dari keluarga prasejahtera. Ibu dan ayahnya bekerja sebagai penjual galon air dan juru kemudi. Penghasilan mereka tak menentu. Hal ini lah yang membuat ekonomi keluarga belum stabil. Bahkan, pernah suatu ketika Niko dan orang tuanya hampir diusir dari tempat tinggalnya karena tak mampu membayar uang sewa. Ternyata peristiwa itu membekas di hati Niko dan menjadi alasan ia bekerja seperti sekarang.

Tidak ada yang memaksanya berjualan. Saya lebih senang Niko sekolah yang rajin,” ujar sang Ibunda. Niko pun dikenal sebagai anak yang memiliki semangat besar untuk belajar. Ia pun aktif di dalam kelas.

Dari pekerjaan yang Niko lakoni saat ini, sesungguhnya ada harapan besar yang tengah diimpikan. Ia ingin memiliki rumah dan pabrik kerupuk sendiri. Rupiah demi rupiah dikumpulkannya di dalam celengan sebagai tabungan.[]