Nilai Sedekah yang Tertanam pada Pelaku Usaha Binaan Global Wakaf

Puluhan pelaku usaha binaan Global Wakaf-ACT menggelar aksi Jumat Berbagi di daerah Jagakarsa, Jakarta Selatan. Lewat aksi ini, mereka bersedekah dengan memberikan dagangannya kepada ratusan pedagang kecil yang sepi pembeli imbas pandemi.

sedekah jumat umkm
Pelaku UMKM binaan Global Wakaf membagikan dagangannya untuk pedagang kecil lainnya. (ACTNews)

ACTNews, JAKARTA SELATAN – Tidak kurang dari 30 pelaku usaha binaan Global Wakaf-ACT, menggelar aksi sedekah dagangan pada Jumat (17/9/2021). Aksi yang mereka sebut “Jumat Berbagi” itu, dilakukan dengan membagikan dagangan ke ratusan pedagang kecil di sekitar daerah Jagakarsa, Jakarta Selatan.

Fathiyah Azizah dari tim Global Wakaf-ACT menjelaskan, aksi ini mengambil konsep “dari UMKM kembali untuk UMKM”. Jadi, pelaku usaha yang telah mendapatkan binaan serta bantuan modal Wakaf Modal Usaha Mikro Indonesia menjadi pesertanya.

“Usaha mereka yang sudah berkembang sejak adanya pendampingan kami ajak untuk menanamkan juga nilai-nilai sedekah. Sehingga, tercetuslah gerakan ini dari para pelaku usaha,” jelas Fathiyah.

Lebih lanjut, Fathiyah menuturkan, aksi ini juga merupakan ikhtiar meringankan beban pedagang kecil yang tengah terpuruk akibat sepi pelanggan selama pandemi. Berbagai jenis makanan diberikan untuk mereka. Mulai dari makanan pokok untuk makan siang, hingga berbagai kudapan seperti roti, kue, puding, dan keripik. 

"Aksi ini diikhtiarkan rutin dilakukan tiap bulan. Tidak hanya di daerah Jabodetabek, tetapi juga dilakukan oleh pelaku usaha binaan Global Wakaf lainnya di seluruh Indonesia," tambah Fathiyah.

Sementara itu, Amelia Rahma, salah satu pelaku usaha yang tergabung dalam aksi ini mengatakan, mulai muncul tekad bersedekah dagangan setelah mendapatkan pendampingan dari Global Wakaf. Pengusaha kue ini menegaskan, dalam berdagang tak semata mencari materi, ia ingin juga mendapat keberkahan dari usahanya.

“Berawal ketika saya didampingi oleh Global Wakaf, di sana tidak hanya diberi modal dan bimbingan untuk mengembangkan bisnis, tapi juga bimbingan spiritual. Kita diajarkan berbagi kepada sesama yang lebih membutuhkan," kata Amelia yang mendapatkan pendampingan sejak awal 2020 lalu.

Ditemui secara terpisah, Airini (46), salah satu pedagang kecil yang menjadi penerima manfaat aksi ini, mengaku sangat bersyukur atas bantuan yang ia terima. Ia tak menampik bahwa pandemi turut berdampak pada usaha warung jajanan kecilnya yang jadi sepi pembeli. Lewat bantuan ini, ia bisa menghemat pengeluarannya.

"Senang sekali, benar-benar terbantu. Ini makanannya bisa untuk makan siang. Enggak perlu beli lagi," syukur Airini.[]