Nilai Tak Terbatas dalam Berqurban Tanpa Batas

Tahun ini, dalam rangka menyambut Iduladha, Global Qurban-ACT menghadirkan Berqurban Tanpa Batas. Sebuah tema kebaikan yang memiliki banyak nilai dalam kehidupan. Tak hanya nilai yang bersifat ibadah atau ubudiyah kepada Allah SWT, tetapi juga nilai sosial dan ekonomi.

berqurban tanpa batas
Sapi-sapi qurban Global Qurban-ACT pada 2020 di RPH Jakarta Timur. (ACTNews/Reza Mardhani)

ACTNews, JAKARTA Pandemi Covid-19 membatasi pergerakan kehidupan masyarakat. Hampir semua lini kehidupan dibatasi mulai dari aktivitas di luar rumah, hubungan sosial, kegiatan ekonomi dan berpergian keluar wilayah. Pembatasan ini ditujukan meluasnya dampak virus Covid-19 yang semakin menjadi. Akan tetapi, semua itu dapat dilewati dengan, termasuk di momen hari raya kurban dengan Berqurban Tanpa Batas dari Global Qurban yang memiliki nilai-nilai di dalamnya. 

Dalam hal nilai keagamaan, Berqurban Tanpa Batas tak terbatas jumlahnya. Rasulullah SAW pun pernah berkurban 100 ekor unta, Nabi Ibrahim berkurban 1.000 ekor domba, 300 ekor sapi, dan 100 ekor unta. Kurban Nabi Muhammad dan Nabi Ibrahim tidak terbatas satu ekor, tetapi lebih dari itu. Ini semata-mata karena bentuk rasa syukur dan takwa kepada Allah SWT. 

"Ibadah kurban, seperti yang dicontohkan Rasulullah SAW dan Nabi Ibrahim tidak terbatas. Kita juga bisa melakukannya, jika sudah berkurban untuk diri sendiri, berkurban untuk anggota keluarga yang lain atau masyarakat, dan dengan jumlah yang lebih banyak. Berqurban Tanpa Batas untuk meningkatkan rasa syukur dan ketakwaan kepada Allah SWT menjadi lebih tinggi dan tidak terbatas," kata Presiden ACT Ibnu Khajar, Kamis (10/6/2021).

Dari nilai sosial, manfaat dan keberkahan Berqurban Tanpa Batas dapat dirasakan oleh masyarakat luas, walau tengah mewabah Covid-19 di Indonesia dan negara lain. Manfaat dan kebaikannya dapat menjangkau pelosok negeri, menerobos pos perbatasan negara, blokade Zionis Israel di Gaza, kekeringan di Afrika, dan kemiskinan di Yaman. 

"Pandemi Covid-19 tidak akan bisa membatasi ibadah kurban yang manfaatnya dapat dirasakan ke berbagai penjuru dunia, baik dalam dan luar negeri. Menerobos blokade zionis Israel di Gaza, kemiskinan di Yaman, menjangkau masyarakat prasejahtera hingga ke pelosok negeri," ujarnya. 

Sebagai nilai ekonomi, Berqurban Tanpa Batas dapat menggerakkan ekonomi umat yang tengah terpuruk akibat pandemi Covid-19. Secara ekonomi, Berqurban Tanpa Batas akan dirasakan banyak orang, tak hanya bagi peternak yang memelihara hewan-hewan kurban, tetapi juga bagi masyarakat yang menjadi Agen Qurban. Dengan menjadi fasilitator penyalur hewan kurban, nantinya Agen Qurban akan menerima apresiasi atas ikhtiar mengajak orang lain dalam kebaikan kurban.

"Sistem Berqurban Tanpa Batas akan bisa menggerakkan ekonomi masyarakat yang terdampak Pandemi Covid-19. Artinya siapapun bisa menjadi penjual hewan kurban, dengan menjadi Agen Qurban, sehingga membantu perekonomian yang sedang terpuruk akibat Covid-19," jelas Ibnu.[]